Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terus Berlanjut bak Bola Panas: Isu Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, Mahfud MD Siap Diperiksa KPK

Redaksi Radar Jember • Senin, 27 Oktober 2025 | 23:21 WIB
Mantan Menteri Menko Polhukam, Mahfud MD, menceritakan dua cucunya di Yogyakarta mengalami keracunan MBG, dakam podcast di kanal Youtube pribadinya.
Mantan Menteri Menko Polhukam, Mahfud MD, menceritakan dua cucunya di Yogyakarta mengalami keracunan MBG, dakam podcast di kanal Youtube pribadinya.

RADAR JEMBER - Isu dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mencuat.

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan kesiapannya jika diminta memberikan keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan hadir bila dipanggil oleh lembaga antirasuah tersebut.

Namun, ia menolak jika harus membuat laporan resmi ke KPK terkait perkara ini.

“Kalau dipanggil, saya akan datang. Kalau saya disuruh lapor, ngapain. Buang-buang waktu juga,” ujarnya kepada wartawan di Keraton Yogyakarta, Minggu (26/10).

Ia juga menilai tidak ada kewajiban bagi dirinya untuk melapor ke KPK.

“Enggak berhak dia (KPK) mendorong, laporan itu enggak ada kewajiban orang melapor,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Mahfud berpendapat bahwa KPK sebenarnya sudah mengetahui isu dugaan mark up tersebut jauh sebelum dirinya mengangkatnya melalui kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025.

“Wong, yang saya laporkan (di YouTube) itu KPK udah tahu, karena sebelum saya ngomong udah ramai duluan kan. Saya cuma ngomong karena udah ramai aja. Mestinya, KPK manggil orang yang ngomong sebelumnya (soal Whoosh), itu kan banyak banget dan punya data, dan pelaku (kebijakan),” tutur Mahfud.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan lembaganya akan bersikap proaktif dalam menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat terkait proyek strategis nasional tersebut.

KPK juga sempat mendorong Mahfud untuk membuat laporan resmi agar proses penelusuran dugaan tindak pidana korupsi bisa lebih terarah.

Dalam video yang diunggah di kanal Mahfud MD Official pada 14 Oktober 2025, Mahfud mengungkapkan adanya indikasi penggelembungan biaya dalam proyek kereta cepat.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” ungkapnya.

Penulis : Ahmad Hendi Apriliyanto

Editor : M. Ainul Budi
#mahfud md #WHOOSH #lapor #kereta cepat #KPK