RADAR JEMBER - Laju harga emas dunia kembali dipaksa gigit jari setelah pergerakannya tertekan ke zona merah.
Penguatan keperkasaan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) sukses menjadi batu sandungan utama yang meredam kilau sang logam mulia pada perdagangan terbaru.
Tidak hanya faktor penguatan greenback, kurangnya terobosan dalam upaya diplomasi antara Washington dan Teheran juga turut mengaburkan sentimen pasar, sehingga membuat investor cenderung berhati-hati.
Berdasarkan data komprehensif dari Investing.com, harga emas spot dilaporkan mengalami penurunan cukup tajam sebesar 1,8 persen ke level USD4.483,39 per ons.
Sejalan dengan itu, harga emas berjangka juga ikut melemah sebesar 1,6 persen dan mendarat di posisi USD4.487,22 per ons.
Situasi pasar komoditas ini semakin memanas seiring dengan eskalasi politik global yang melibatkan Presiden AS Donald Trump.
Ketegangan di Timur Tengah kian membayangi arah kebijakan ekonomi global setelah adanya permintaan penundaan aksi militer dari para pemimpin Teluk.
Editor : M. Ainul Budi