RADAR JEMBER - Pameran dan Festival Literasi 2026 di Kabupaten Bondowoso kembali digelar sebagai upaya mendorong minat baca masyarakat. Meski demikian, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa penguatan budaya literasi masih membutuhkan kerja panjang dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Bondowoso berupaya memperluas gerakan literasi dengan melibatkan banyak pihak. Mulai dari dunia pendidikan, komunitas, penerbit, hingga pelaku usaha dilibatkan agar literasi tidak hanya berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi menjadi gerakan bersama.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Bondowoso Masih 14 Persen?
Kepala Disperpusip Bondowoso Nunung Setianingsih mengatakan, festival tersebut merupakan bagian dari program daerah yang telah dirancang untuk memperkuat ekosistem literasi. “Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan budaya baca sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tantangan literasi saat ini tidak hanya soal minat baca, tetapi juga kemampuan memahami informasi secara kritis. Di tengah perkembangan teknologi, masyarakat dituntut lebih selektif dan cerdas dalam menyerap informasi yang beredar.
Karena itu, festival tidak hanya menghadirkan pameran buku, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif. Mulai dari talkshow, lomba, hingga ruang interaksi antara penulis, komunitas, dan masyarakat. Pelajar dan masyarakat umum juga diberi kesempatan menampilkan karya sebagai bagian dari penguatan literasi.
Baca Juga: DPRD Bondowoso Ingatkan Pembenahan TPA Harus Konsisten
Sebelum festival berlangsung, Disperpusip Bondowoso juga telah menggelar sejumlah lomba seperti bertutur, resensi buku, dan lomba perpustakaan desa. Rangkaian ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan literasi yang tidak berhenti pada satu momentum saja.
Sementara, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid berharap festival ini menjadi pemantik semangat bersama untuk membudayakan literasi. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar gerakan membaca dan menulis dapat tumbuh lebih kuat dan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bondowoso. (faq)
Editor : M. Ainul Budi