RADAR JEMBER - Uji coba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP digelar di SMP Negeri 1 Bondowoso, kemarin (14/7). Sebanyak 46 siswa yang lolos seleksi kabupaten mengikuti simulasi ini sebagai bagian dari pemetaan kemampuan sebelum bersaing di tingkat provinsi Jawa Timur.
Peserta berasal dari berbagai sekolah dan terbagi dalam tiga bidang lomba. Rinciannya, 12 siswa bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 16 siswa Matematika, dan 17 siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Uji coba dilaksanakan berbasis komputer, menyesuaikan sistem pelaksanaan OSN tingkat berikutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebut uji coba ini difokuskan untuk mengukur kemampuan riil siswa dalam mengerjakan soal berstandar nasional. “Dari sini terlihat sejauh mana penguasaan materi dan kemampuan analisis siswa. Itu yang jadi bahan evaluasi utama,” ujarnya.
Menurutnya, karakter soal OSN tidak hanya menuntut hafalan, melainkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pada Matematika misalnya, siswa diuji dalam pemecahan masalah yang kompleks, meliputi aljabar, geometri, hingga statistika. Sementara IPA menggabungkan konsep fisika, kimia, dan biologi dengan pendekatan analitis.
Adapun pada bidang IPS, soal dirancang untuk menguji pemahaman lintas disiplin, seperti geografi, ekonomi, dan sejarah. Pendekatan yang digunakan lebih menekankan pada analisis fenomena serta keterkaitan antar konsep, bukan sekadar pengetahuan dasar.
Baca Juga: Update Kelanjutan Jembatan Koncer Bondowoso: Portal Rusak, Pak Ogah Jadi Garda Depan?
Hasil uji coba ini, lanjut Taufan, akan menjadi dasar perbaikan dalam pembinaan lanjutan. Terutama pada aspek yang masih lemah, baik dari sisi pemahaman konsep maupun ketepatan dalam menjawab soal. “Evaluasi ini penting supaya pembinaan berikutnya lebih terarah,” katanya.
Pihak sekolah menilai simulasi berbasis komputer juga memberi gambaran nyata kondisi ujian. Selain aspek akademik, kesiapan teknis dan ketahanan siswa dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas ikut menjadi perhatian.
Melalui uji coba ini, Dispendik berharap siswa memiliki gambaran tingkat kesulitan soal serta mampu menyesuaikan strategi belajar. Hasilnya diharapkan tidak hanya meningkatkan peluang lolos di tingkat provinsi, tetapi juga memperkuat kualitas akademik siswa secara umum. (faq)
Editor : M. Ainul Budi