BONDOWOSO – Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso mulai mematangkan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui uji coba yang digelar Rabu (15/7).
Kegiatan ini menjadi simulasi untuk memastikan kesiapan teknis jelang pelaksanaan riil pada 20 Juli untuk jenjang SD dan 23 Juli untuk SMP.
Kepala Dispendik Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa uji coba tersebut dirancang menyerupai kondisi pelaksanaan sebenarnya.
“Penggambarannya sama seperti pelaksanaan nanti. Untuk SD dipusatkan di sekitar lingkungan Dispendik, sedangkan SMP ditempatkan di SMP Negeri 1 Bondowoso,” ujarnya.
Baca Juga: Uji Coba OSN di SMPN 1 Bondowoso, 46 Siswa Siap Tembus Provinsi
Menurut Taufan, pelaksanaan tahun ini juga mengalami sejumlah perbaikan dibanding tahun sebelumnya. Salah satunya terkait fasilitas peserta.
Jika sebelumnya masih ditemukan siswa yang mengerjakan dengan duduk lesehan beralaskan karpet, kini seluruh peserta telah menggunakan meja dan kursi. “Ini bagian dari penyempurnaan agar anak-anak lebih nyaman dan fokus,” imbuhnya.
Baca Juga: Jumlah PPAT Bertambah Jadi 17, Kepala Kantah Bondowoso Tekankan Kepatuhan dan Batas Kewenangan
Selain mempersiapkan pelaksanaan OSN, Dispendik juga menyoroti capaian siswa Bondowoso pada seleksi OSN tingkat provinsi. Tahun ini, jumlah peserta yang lolos dinilai cukup menggembirakan. Untuk jenjang SD, sebanyak 27 siswa lolos di bidang matematika, serta 21 siswa di bidang IPA dan IPS.
Sementara itu, pada jenjang SMP, jumlah siswa yang lolos bervariasi di masing-masing bidang dengan kisaran belasan peserta. Meski demikian, Dispendik hingga kini masih menunggu informasi resmi terkait nilai dari Pusat Prestasi Nasional. “Kami baru menerima daftar nama yang lolos, untuk nilai detailnya belum kami terima,” jelas Taufan.
Taufan berharap para siswa yang telah lolos seleksi provinsi dapat melangkah lebih jauh hingga tingkat nasional.
Ia menyebut, dari seluruh peserta se-Jawa Timur nantinya akan dipilih sekitar 76 siswa terbaik untuk mewakili provinsi ke tingkat nasional.
“Tidak ada kuota daerah. Semua berdasarkan peringkat. Bisa saja tidak ada, bisa juga banyak yang lolos dari Bondowoso,” tegasnya.
Baca Juga: Pendopo Wabup Bondowoso Direhab Hingga Diperluas, Pemkab Kejar Fungsionalitas Layanan Resmi
Lebih lanjut, Taufan menambahkan bahwa siswa yang berhasil meraih prestasi OSN tingkat kabupaten telah mendapatkan sertifikat yang diakui dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dengan bekal tersebut, para siswa memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan ke sekolah favorit. “Itu menjadi nilai tambah. Harapan kami, semakin banyak siswa Bondowoso yang berprestasi hingga nasional,” pungkasnya. (faq)
Editor : Faqih Humaini