radar jember - PASCA disahkannya perubahan status PDAM Bondowoso menjadi Perumda Air Minum Ijen Tirta, Pemkab Bondowoso mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa penyertaan modal daerah.
Rancangan perda terkait penyertaan modal itu diusulkan dalam rapat paripurna DPRD Bondowoso, Senin malam (18/5).
Sekretaris Daerah Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, penyertaan modal tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas layanan perusahaan daerah air minum itu.
Baca Juga: PDAM Bondowoso Jangan Hanya Ganti Nama, Tapi Harus Bisa Setor PAD
Namun sebelum itu, mereka akan melakukan pemetaan terlebih dahulu, untuk menyesuaikan dengan kemampuan daerah.
Sebelum itu, penguatan kelembagaan, peningkatan pelayanan, hingga peningkatan kualitas layanan dan kualitas air, perlu dilakukan terlebih dahulu.
“Ada banyak hal dari penyertaan modal itu yang endingnya nanti akan peningkatan PAD,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Fathur itu juga menilai, perubahan perda menjadi momentum untuk melakukan penataan menyeluruh, baik dari sisi manajemen maupun kelembagaan Perumda Ijen Tirta. “Dari sisi manajemen, dari sisi kelembagaan, kita evaluasi semua,” katanya.
Meski demikian, besaran penyertaan modal masih belum ditentukan. Pemkab mengaku masih menghitung kemampuan keuangan daerah sebelum menetapkan angka final. “Kita masih melakukan penghitungan dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, suntikan modal dari pemerintah daerah disebut hanya berkisar Rp 1 miliar per tahun. Namun untuk skema baru, nilainya masih akan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan target perusahaan ke depan.
“Sesuai dengan kemampuan anggaran, nanti. Kalau memang kita kan efisiensi juga kan, tentu nanti akan kita hitung lah,” ujarnya.
Pemkab juga mulai memetakan target Perumda Ijen Tirta pasca perubahan status kelembagaan, termasuk proyeksi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Namun hingga kini, Fathur mengakui Perumda tersebut belum pernah memberikan setoran PAD kepada daerah. “Ya, kini masih belum masuk sih memang,” katanya.
Saat ditanya apakah selama dirinya menjabat setahun terakhir sudah ada kontribusi PAD dari perusahaan daerah tersebut, ia kembali menegaskan belum ada. “Belum. Belum ada juga? Iya, belum,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi