BONDOWOSO, Radar Jember – Dampak banjir yang kerap melanda Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melakukan langkah cepat melalui penanganan darurat.
Upaya ini menjadi prioritas menyusul kejadian banjir terakhir pada Februari lalu yang sempat merendam permukiman warga dan merusak infrastruktur desa.
Pada Senin (13/4/2026), Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung ke lokasi bersama Kalaksa BPBD Kristianto dan Kepala Dinas BSBK Ansori.
Mereka meninjau sejumlah titik rawan yang telah ditangani dengan pemasangan bronjong sebagai penahan arus air.
Bupati Hamid menegaskan, pembangunan bronjong menjadi solusi awal untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Baca Juga: Kini ASN Pemkab Bondowoso Siap WFH Tiap Jumat, Bupati Dorong Produktif Berbasis Hasil
Terutama saat intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah Bondowoso yang selama ini menjadi pemicu utama meluapnya aliran sungai di kawasan tersebut.
“Sudah kita bangun bronjong untuk tangkis dan pengalihan arus air di empat titik yang sempat terdampak banjir,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Tinggi, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Punya Saran Begini
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk penanganan darurat guna meminimalisasi dampak lebih besar, sembari menunggu perencanaan penanganan jangka panjang yang lebih komprehensif.
Selain itu, Pemkab Bondowoso juga akan melakukan koordinasi lintas daerah dengan Pemkab Situbondo.
Hal ini karena sungai yang menjadi penyebab banjir berada di wilayah perbatasan kedua kabupaten, sehingga membutuhkan penanganan terpadu.
“Kita harus berkoordinasi dengan Kabupaten Situbondo karena lokasi berada di perbatasan,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan pula sejumlah jembatan desa yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mengganggu akses mobilitas warga.
Sebagai langkah awal, Pemkab akan melakukan penanganan sementara terhadap jembatan rusak, salah satunya dengan pemasangan bronjong.
Sementara itu, Dinas BSBK telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 juta untuk mendukung perbaikan darurat infrastruktur terdampak. (faq)
Editor : Faqih Humaini