BADEAN, Radar Ijen - Di tengah isu efisiensi anggaran dan pembatasan BBM, seorang ASN di Bondowoso memilih cara tak biasa. Ia mengayuh sepeda pulang-pergi sejauh 50 kilometer, bukan sekadar olahraga, tapi juga gaya hidup.
Pagi itu, jalanan desa di Sukosari Lor masih lengang. Udara sejuk menyelimuti hamparan persawahan, saat Untung Khuzairi mulai mengayuh sepedanya menuju pusat kota Bondowoso.
Rutinitas ini bukan sekali dua kali dilakukan. Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial P3AKB Bondowoso itu, menjadikan sepeda sebagai moda transportasi untuk bekerja, dengan jarak tempuh pulang-pergi mencapai 50 kilometer.
Baca Juga: Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bondowoso Krisis Air Bersih Masih Jadi Sorotan
Bagi sebagian orang, jarak tersebut terasa berat. Namun tidak bagi Untung.
Ia justru menganggapnya sebagai bagian dari kebiasaan yang sudah lama dijalani.
“Kalau sudah terbiasa, jarak 25 kilometer itu ringan. Bahkan 60 kilometer juga sudah biasa saya tempuh,” katanya sembari tersenyum.
Kecintaannya pada sepeda memang sudah tumbuh sejak lama. Ia aktif di berbagai komunitas, salah satunya Medical Cycling Club (MCC), yang membuatnya tetap konsisten menjaga ritme bersepeda.
Meski tak setiap hari, Untung setidaknya melakukannya sekali dalam sepekan. Di hari lain, ia tetap bersepeda di sekitar tempat tinggalnya.
Baca Juga: Kasus Narkotika Dominan, Kejari Bondowoso Musnahkan BB 72 Perkara, Begini Komentar Kajari
Perjalanan menuju kota relatif lebih ringan, karena didominasi jalur menurun. Waktu tempuhnya sekitar 40 menit.
Namun saat pulang, ia harus menaklukkan medan sebaliknya. Butuh waktu sekitar 50 menit untuk kembali ke rumah, dengan kecepatan rata-rata 20 hingga 30 kilometer per jam.
Bagi Untung, bersepeda bukan hanya soal menjaga kebugaran. Ada manfaat ekonomi yang ia rasakan secara langsung. Biasanya, ia menghabiskan Rp 50 ribu untuk BBM selama dua hari.
Dengan bersepeda sekali dalam seminggu, ia bisa menghemat sekitar Rp 25 ribu atau setara lebih dari dua liter Pertamax. “Kalau misalnya banyak ASN melakukan hal serupa. Berapa banyak BBM yang bisa dihemat dalam sehari,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi