BADEAN, Radar Ijen – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata terus dilakukan Pemkab Bondowoso. Salah satunya melalui dorongan penggunaan sistem pembayaran non tunai (cashless) di berbagai destinasi wisata. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transaksi sekaligus mendukung digitalisasi sektor pariwisata daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Gede Budiawan, mengimbau seluruh wisatawan agar mulai beralih menggunakan metode pembayaran digital saat berkunjung ke objek wisata.
Imbauan tersebut mencakup pembayaran tiket masuk hingga retribusi parkir. "Kami kembangkan dengan sistem digitalisasi," ungkapnya.
Menurut Gede, saat ini fasilitas pembayaran non tunai sudah tersedia dan dapat digunakan dengan mudah oleh pengunjung.
Di antaranya melalui mesin EDC Bank Jatim yang mendukung kartu debit maupun kartu kredit, serta sistem QRIS yang bisa diakses melalui mobile banking maupun dompet digital.
“Yang dapat digunakan antara lain melalui mesin EDC Bank Jatim menggunakan kartu debit atau kartu kredit, serta melalui QRIS Bank Jatim menggunakan aplikasi mobile banking maupun e-wallet yang telah mendukung QRIS,” ujarnya, kemarin (7/4).
Ia menjelaskan, sistem pembayaran non tunai memiliki berbagai keunggulan dibandingkan metode konvensional. Salah satunya adalah kecepatan transaksi, karena wisatawan tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai ataupun menunggu kembalian di loket pembayaran.
Selain itu, penggunaan cashless juga dinilai lebih aman. Risiko kehilangan uang tunai maupun potensi tindak kejahatan selama berwisata dapat ditekan.
Hal ini menjadi nilai tambah, terutama saat kunjungan wisata sedang ramai.
Baca Juga: Puncak Kemarau Agustus Hingga September, BPBD Bondowoso Siapkan Langkah Antisipasi Terpadu
Tak hanya itu, penerapan pembayaran digital juga berdampak pada efisiensi layanan di lapangan. Antrean di loket dapat diminimalisir sehingga arus pengunjung menjadi lebih lancar.
“Proses pembayaran yang cepat tentu akan membantu mengurangi antrean di lokasi transaksi,” tambahnya.
Melalui kebijakan ini, Disparbudpora Bondowoso berharap ekosistem pariwisata yang modern dan berbasis digital dapat segera terwujud. Dengan pelayanan yang lebih cepat, aman, dan efisien, daya tarik destinasi wisata di Bondowoso diharapkan semakin meningkat di mata wisatawan. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi