SELOLEMBU, Radar Ijen - Di sebuah sudut pemakaman, seorang bayi akhirnya dikebumikan tanpa nama.
Namun dibalik itu, tersisa pertanyaan, siapa yang seharusnya bertanggung jawab ketika duka datang tanpa keluarga?
Langit Curahdami pagi itu tampak biasa. Namun di kompleks pemakaman khusus Mr X milik RSUD Koesnadi Bondowoso, suasana terasa berbeda. Jenazah seorang bayi perempuan dimakamkan. Sunyi. Tanpa keluarga yang mengantar.
Baca Juga: Empat Jembatan di Bondowoso Segera Dibangun dari Program Nasional, Ini Lokasinya
Namun di balik prosesi itu, ada cerita lain yang tak kalah pilu.
Biaya pemakaman tidak ditanggung pemerintah daerah.
Sebaliknya, bantuan datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bondowoso. Lembaga itulah yang membantu menutup kebutuhan pemakaman bayi malang tersebut.
Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, Mohammad Imron, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pos anggaran khusus untuk penanganan kasus seperti itu. "Memang ada bantuan Baznas untuk biaya pemakaman. Tapi kan kebutuhan itu bisa lebih dari yang diberikan," katanya.
Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS
Kondisi ini membuat pihaknya harus bergerak cepat berkoordinasi dengan kepolisian hingga Baznas, untuk memastikan jenazah tetap mendapat penanganan yang layak.
Menurut Imron, kasus seperti ini memang jarang terjadi.
Namun justru karena itu, belum ada alokasi anggaran khusus yang disiapkan dalam dokumen perencanaan daerah.
“Itu memang belum ada setelah kita pelajari memang tidak ada, makanya nanti di P-APBD semoga ada,” paparnya.
Ia menjelaskan, anggaran yang ada selama ini lebih difokuskan pada bantuan sosial reguler, seperti yang bersumber dari DBHCHT maupun pemerintah pusat. Sementara untuk kasus insidental seperti penemuan bayi terlantar, belum memiliki skema pendanaan tersendiri.
Ke depan, Dinsos berencana mengusulkan anggaran tersebut dalam perubahan APBD 2026.
Tujuannya sederhana, agar penanganan serupa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan pihak lain. “Tapi kan antisipasi saja, walaupun seperti Baznas itu akan bekerjasama dengan kita. Namun kita tidak mau merepotkan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi