Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perbaikan Dikebut di Tengah Anggaran Seret, Begini Kata Sekda Bondowoso

Ilham Wahyudi • Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:15 WIB
Fathur Rozi

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso
Fathur Rozi Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso

DABASAH, Radar Ijen - Di tengah ruang fiskal yang kian menyempit, perbaikan jalan di Bondowoso tetap berjalan. Bukan tanpa tantangan, tapi dengan cara-cara yang kian mengandalkan kolaborasi.

Deru pembangunan tak sepenuhnya berhenti di Bondowoso. Meski tekanan anggaran kian terasa, pemerintah daerah tetap mengayuh program perbaikan infrastruktur jalan.

Tahun 2026 ini, sebanyak 134 titik jalan masuk dalam program RANTAS (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas). Titik-titik tersebut tersebar di 23 kecamatan, dengan total panjang penanganan mencapai 31,46 kilometer.

Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS

Di balik angka itu, ada realitas yang tak sederhana.

Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menyebut hingga akhir Maret, pekerjaan tetap berjalan. Terutama pada sektor pemeliharaan jalan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal tahun.

“Perbaikan jalan itu ada rekonstruksi, ada perbaikan, dan ada pemeliharaan. Pemeliharaan ini sudah jalan terus,” ujarnya.

Tiga skema itu menjadi strategi utama, rekonstruksi untuk kerusakan berat, perbaikan untuk kondisi sedang, dan pemeliharaan untuk menjaga kualitas jalan tetap layak. Namun, di sisi lain, ruang gerak anggaran kian terbatas.

Tahun ini, Bondowoso hanya menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,2 miliar, itu pun khusus untuk sanitasi dan penurunan stunting.

Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan

 Sementara DAK fisik untuk pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan dan irigasi, nihil.

“DAK fisik untuk pendidikan, kesehatan, termasuk irigasi dan jalan tidak ada,” jelasnya.

Kondisi itu tak lepas dari tekanan dana transfer ke daerah (TKD dan TKDD) yang mengalami penurunan. Konsekuensinya, pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Anshori, menegaskan bahwa perbaikan tetap berjalan dengan dukungan Dana Alokasi Umum (DAU). “Ada rehabilitasi jalan ada juga rekonstruksi jalan,” ungkapnya.

Dari total penanganan tersebut, masih tersisa pekerjaan rumah yang tak kecil. Kerusakan jalan di Bondowoso masih mencapai 305,58 kilometer. Di tengah keterbatasan itu, muncul gerakan lain dari bawah. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#jalan rusak #sekda #anggaran #Bondowoso