TAMANSARI, Radar Ijen – Masyarakat Kabupaten Bondowoso diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya akun WhatsApp yang mencatut nama Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir. Akun tersebut menggunakan nomor +62 838-4319-6455 dengan nama dan foto profil menyerupai pejabat yang bersangkutan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, menegaskan bahwa nomor tersebut dipastikan bukan milik Ketua DPRD.
Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. “Ini jelas bentuk penyalahgunaan identitas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung percaya apabila menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan pejabat, apalagi jika disertai permintaan tertentu,” ujar Dwi Wahyudi.
Baca Juga: Antrean Semu Program RANTAS
Ia menjelaskan, modus penipuan digital dengan mencatut nama pejabat kian marak terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan foto profil dan nama tokoh publik untuk meyakinkan korban, lalu melancarkan aksi seperti meminta uang, bantuan, atau informasi penting.
Menurutnya, masyarakat harus lebih cermat dalam memverifikasi setiap informasi yang diterima.
Salah satunya dengan melakukan konfirmasi langsung melalui nomor resmi atau pihak terkait sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Jangan mudah percaya. Pastikan dulu kebenarannya. Jika ada permintaan yang mencurigakan, sebaiknya diabaikan atau segera dilaporkan,” tegasnya.
Baca Juga: Republik Cendol: Gincu di Layar, Debu di Jalanan
Diskominfo juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan membagikan data pribadi, termasuk kode OTP, nomor rekening, maupun informasi sensitif lainnya kepada pihak yang tidak dikenal.
Selain itu, peran perangkat daerah dan lingkungan pemerintah juga diharapkan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait literasi digital.
Hal ini penting guna meminimalisir potensi kerugian akibat kejahatan siber yang semakin beragam.
“Kesadaran bersama menjadi kunci. Kami mengajak seluruh masyarakat Bondowoso untuk lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi