TAMAN KROCOK, Radar Ijen - Seorang pria di Bondowoso nekat membuat laporan palsu, dengan mengaku menjadi korban pembegalan. Aksi tersebut dilakukan untuk menghindari tanggung jawab membayar hutang penjualan beras.
Seorang pria berinisial NH (46) di Bondowoso nekat berpura-pura menjadi korban pembegalan, di wilayah Kecamatan Tamankrocok pada Kamis (5/3) malam.
Ia bahkan sempat melaporkan kejadian tersebut ke polisi sebelum akhirnya terbongkar sebagai cerita fiktif.
Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh Polsek Taman Krocok. NH mengaku telah menjadi korban pembegalan dan kehilangan uang sebesar Rp 2,5 juta yang dibawanya.
“Laporan masuk di Polsek Tamankrocok,” ujarnya.
Namun setelah polisi melakukan pendalaman dan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan yang disampaikan pelapor.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, NH akhirnya mengakui bahwa dirinya hanya mengarang cerita seolah-olah menjadi korban begal.
Berdasarkan pengakuannya, aksi tersebut dipicu persoalan utang terkait penjualan beras. NH diketahui menjualkan beras milik seseorang berinisial I dengan total nilai sekitar Rp 4,5 juta.
Namun, beras yang telah dikirim kepada pembeli belum dibayar. Sementara itu, pemilik beras terus menagih uang hasil penjualan tersebut.
Ia berpura-pura hendak mengantarkan uang kepada pemilik beras. Dalam ceritanya, uang tersebut disebut dirampas oleh begal saat perjalanan.
Untuk meyakinkan ceritanya, NH bahkan merusak pakaiannya sendiri agar terlihat seperti korban kekerasan. “Bajunya dirobek sendiri, seolah-olah ada paksaan atau tarikan dari pelaku begal,” jelasnya.
Setelah itu, NH melapor ke polisi dengan harapan ceritanya dipercaya dan dapat dijadikan alasan kepada pemilik beras.
Saat ini, NH sudah dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik. Polisi juga mempertimbangkan kemungkinan sanksi hukum atas laporan palsu yang dibuatnya. “Kami akan mendalami lebih jauh, termasuk melihat kondisi psikologis yang bersangkutan,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi