KOTA KULON, Radar Ijen - Pemerintah Desa Kalianyar meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan Ijen Geopark.
Meski memiliki delapan titik geopark di wilayahnya, desa tersebut dinilai belum merasakan dampak signifikan, baik dari sisi ekonomi maupun penataan kawasan.
Kepala Desa Kalianyar, Muhammad Fauzi, menilai pengelolaan selama ini perlu ditinjau ulang agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh, terutama soal koordinasi antarinstansi dan pelibatan desa. Karena kami yang paling dekat dengan lokasi, tapi sering kali tidak dilibatkan secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan geopark tidak bisa ditangani satu instansi saja. Diperlukan kerja bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program berjalan efektif dan tidak tumpang tindih. Tanpa sinergi yang kuat, potensi kawasan dikhawatirkan tidak akan berkembang optimal.
Fauzi juga menyoroti pentingnya keterlibatan desa sebagai pihak yang paling memahami kondisi lapangan. Pemerintah desa, kata dia, memiliki informasi detail terkait kebutuhan masyarakat, kondisi lingkungan, hingga dinamika sosial di sekitar kawasan wisata.
Selain geopark, ia mendorong adanya penataan kunjungan di kawasan konservasi seperti Kawah Kalipahit yang berada di bawah kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.
“Kunjungan masyarakat cukup tinggi, tetapi kewenangan pengelolaan bukan di desa. Karena itu perlu regulasi yang jelas agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan,” jelasnya.
Ia menilai, tanpa pengelolaan terpadu, kawasan rawan menghadapi persoalan lingkungan maupun keselamatan pengunjung.
Penataan akses, fasilitas, dan pengawasan dinilai penting agar aktivitas wisata tetap terkendali dan berkelanjutan.
Fauzi berharap evaluasi ini dapat menghasilkan kebijakan yang lebih terarah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami siap mendukung pengembangan kawasan Ijen, asalkan ada sinergi dan kejelasan peran. Harapannya kawasan ini tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi