BLINDUNGAN, Radar Ijen - Aroma Ramadhan mulai terasa. Aktivitas di Pasar Induk Bondowoso pun makin padat. Di tengah peningkatan konsumsi itu, Satgas Pangan Polres Bondowoso tak tinggal diam., Rabu (11/2), tim gabungan turun langsung melakukan inspeksi mendadak.
Langkah ini bukan sekadar formalitas. Lonjakan harga jelang Ramadhan hampir selalu menjadi momok tahunan.
Aparat ingin memastikan tak ada celah bagi spekulan bermain harga. Inspeksi melibatkan Satgas Pangan Polres, Diskoperindag, serta Perum Bulog Bondowoso.
Tim memantau langsung harga dan stok komoditas utama.
Mulai beras, minyak goreng, gula, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga daging sapi dan ayam.
Hasil sementara menunjukkan harga relatif stabil. Hanya daging sapi yang mengalami kenaikan. Namun, kebaikannya disebut masih dalam batas wajar dan belum mengarah pada gejolak signifikan.
Meski demikian, pengawasan tak akan dikendurkan. Selain memastikan stok aman, tim juga mewaspadai potensi penimbunan dan praktik spekulasi yang bisa memicu lonjakan harga tidak wajar.
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Bondowoso Ipda Bayu Aji Wicaksono menegaskan, pengawasan akan dilakukan intensif hingga Ramadhan tiba.
Mereka mengaku akan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
“Satgas Pangan tidak akan ragu mengambil langkah tegas, apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, mengatakan kehadiran aparat di pasar, merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap konsumen.
“Kami ingin memastikan masyarakat Bondowoso dapat menjalani Ramadhan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga,” tuturnya.
Sinergi Polri, Diskoperindag, dan Bulog dinilai menjadi kunci menjaga ritme pasar tetap terkendali. Apalagi, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan harga kerap terjadi mendekati pekan pertama puasa.
“Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan, bersama instansi terkait sebagai langkah preventif menjaga stabilitas pasokan dan harga,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi