JAMBESARI, Radar Ijen - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Jambesari, Kamis (12/2) malam, langsung menguji ketahanan drainase desa. Dalam waktu kurang dari dua jam, saluran irigasi meluap dan merendam 12 halaman rumah warga di Desa Grujugan Lor dan Desa Tegalpasir. Luapan dipicu debit air yang melonjak sekitar pukul 21.23 WIB.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Kristianto Putro Prasojo menegaskan, laporan masuk dari warga dan segera ditindaklanjuti.
“Tim Pusdalops langsung asesmen. Fokus kami memastikan keselamatan warga dan memetakan sumber luapan,” ujarnya.
Di Grujugan Lor, tujuh halaman rumah terendam akibat saluran irigasi tak mampu menahan debit. Sementara di Tegalpasir, lima halaman rumah terdampak. Satu kandang ternak ikut tergenang sehingga seekor sapi milik warga bernama Nanang harus dievakuasi ke tempat lebih aman. Tidak ada korban jiwa, namun warga sempat panik saat air cepat naik.
Kristianto menyebut, indikasi awal mengarah pada sumbatan gelondongan kayu di saluran irigasi Grujugan Lor.
Problemnya, kondisi saluran sempit dengan arus deras membuat pembersihan berisiko tinggi.
“Kami tidak memaksakan penanganan saat debit masih tinggi. Keselamatan personel TRC-PB prioritas,” tegasnya.
BPBD bersama pemerintah desa setempat melakukan koordinasi lapangan dan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem.
Menurut Kristianto, kejadian ini menunjukkan kerentanan drainase lingkungan terhadap hujan intensitas sedang-lebat.
“Perlu perawatan rutin dan pembersihan berkala. Sumbatan kecil bisa berdampak besar saat debit melonjak,” tandasnya.
Menjelang tengah malam, debit air di saluran irigasi Grujugan Lor dilaporkan mulai berangsur surut.
Baca Juga: Rencana Reaktivasi Rel Kereta di Bondowoso Terus Tunjukkan Progres Positif, Begini Updatenya
Pembersihan material kayu akan dilakukan bersama warga setelah arus benar-benar aman. BPBD tetap menyiagakan personel untuk antisipasi hujan susulan.
Kristianto mengingatkan, partisipasi warga krusial dalam mitigasi. “Laporkan cepat, bersihkan lingkungan sekitar, dan jangan buang material ke saluran air. Kolaborasi menjadi kunci agar kejadian serupa tidak berulang,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi