DABASAH, Radar Ijen - Harga LPG 3 kilogram di Bondowoso sempat melambung hingga Rp25 ribu per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan mendorong Pertamina Patra Niaga turun langsung ke lapangan melalui inspeksi mendadak (sidak) serta penyaluran tambahan (extra dropping) guna menstabilkan pasokan.
Keluhan masyarakat mencuat pada Sabtu (31/1), terutama di Kecamatan Pujer dan Tlogosari. Selain sulit diperoleh, LPG bersubsidi dijual di atas harga resmi, bahkan disinyalir terjadi penimbunan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Merespons situasi itu, Pertamina Patra Niaga bersama DPRD Bondowoso Komisi II, pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), serta Hiswana Migas melakukan sidak ke agen dan pangkalan LPG.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menertibkan harga di tingkat distribusi akhir.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan hasil pengecekan menunjukkan penyaluran LPG 3 kilogram berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Penyaluran ke agen dan pangkalan telah sesuai ketentuan, dan antrean masyarakat mulai terurai,” kata Ahad.
Ia mengungkapkan, sejak Kamis (29/1) Pertamina telah menyalurkan extra dropping ke pangkalan yang terindikasi mengalami kekosongan.
Penyaluran tambahan dilakukan secara bertahap, khususnya di wilayah dengan lonjakan permintaan seperti Kecamatan Tlogosari, yang terdampak kebutuhan sektor UMKM dan masyarakat umum.
Selain langkah cepat di lapangan, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat normalisasi distribusi.
Penyaluran LPG 3 kilogram diprioritaskan ke titik-titik rawan kekosongan agar pasokan kembali stabil dan merata.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli LPG 3 kilogram hanya di pangkalan resmi. “Dengan membeli di pangkalan, masyarakat memperoleh harga sesuai HET Rp18 ribu per tabung dengan kualitas dan kuantitas terjamin,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi