RADAR JEMBER - Industri batik lokal Bondowoso terus menunjukkan geliat positif di tengah dinamika pasar nasional.
Ijen Batik Bondowoso bahkan telah merambah berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Sulawesi, Kalimantan hingga Jakarta.
Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa produk batik lokal Bondowoso memiliki daya saing dan diminati pasar di luar daerah.
Owner Ijen Batik Bondowoso, Andriyanto, menyampaikan bahwa pada awal tahun ini permintaan relatif stabil dan tidak mengalami kendala berarti.
Meski bertepatan dengan musim hujan, aktivitas produksi dan distribusi masih berjalan normal.
“Alhamdulillah pesanan cukup normal. Kendala utama hanya faktor cuaca karena curah hujan yang tinggi,” ujarnya.
Cuaca, menurut Andriyanto, menjadi tantangan tersendiri bagi industri tekstil batik, terutama dalam proses produksi yang sangat bergantung pada kondisi alam.
Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut masih dapat diatasi dan tidak sampai menghambat keberlangsungan usaha secara signifikan.
Di sisi lain, Andriyanto menyampaikan harapan agar instansi pemerintah lebih memanfaatkan batik lokal Bondowoso.
Hingga saat ini, ia menilai belum ada keberpihakan yang nyata, khususnya terhadap produk Ijen Batik Bondowoso.
Ia juga mendorong adanya regulasi yang mewajibkan penggunaan batik asli Bondowoso, bukan sekadar motif Bondowoso yang diproduksi di luar daerah.
“Yang kami harapkan adalah regulasi penggunaan batik asli Bondowoso, sehingga produk yang digunakan benar-benar hasil produksi lokal, bukan hanya motifnya saja,” tegasnya.
Dari sisi bahan baku, Andriyanto menjelaskan bahwa harga kain masih relatif aman karena dipengaruhi oleh harga kapas dunia.
Selama harga kapas global tidak mengalami kenaikan signifikan, biaya produksi masih bisa dikendalikan.
Ia menyebutkan, harga kain batik cap berada di kisaran Rp20 ribu per periode, sementara batik tulis sekitar Rp25 ribu.
Andriyanto juga mengapresiasi adanya perubahan positif di bawah kepemimpinan bupati baru.
Festival batik yang digelar pada tahun 2025 dinilai cukup membantu sektor UMKM batik di Bondowoso.
Ia berharap ke depan, dukungan pemerintah tidak hanya bersifat event tahunan, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan yang berkelanjutan untuk melindungi dan mengembangkan industri batik lokal. (faq)
Editor : Adeapryanis