DABASAH, Radar Ijen - Pemerintah Bondowoso menjadikan capaian pembangunan 2025 sebagai dasar penajaman kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Evaluasi kinerja dilakukan untuk memastikan arah belanja daerah semakin fokus pada penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas layanan dasar, serta keberlanjutan program penurunan kemiskinan.
Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan, tren positif sejumlah indikator makro daerah menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan anggaran tahun depan.
“Capaian yang kita raih selama 2025 bukan untuk berpuas diri, tetapi menjadi bahan evaluasi agar APBD 2026 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Pemkab Bondowoso mencatat penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta perbaikan pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Menurut Bupati, hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi anggaran yang diarahkan pada sektor prioritas mulai memberikan dampak nyata. “Ini menunjukkan kebijakan yang tepat sasaran harus terus diperkuat,” kata Abdul Hamid Wahid.
Dalam rancangan kebijakan APBD 2026, pemerintah daerah berencana menajamkan alokasi anggaran untuk sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi lokal sebagai penggerak utama pertumbuhan.
Infrastruktur pendukung produksi dan distribusi juga tetap menjadi prioritas guna memperkecil kesenjangan antarwilayah di Bondowoso.
Selain sektor ekonomi, evaluasi kinerja juga difokuskan pada efektivitas belanja layanan dasar. Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan masih perlu didorong agar dampaknya lebih merata.
“APBD ke depan harus semakin produktif, tidak hanya habis untuk belanja rutin, tetapi berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” tegas Bupati.
Reformasi birokrasi turut menjadi bagian penting dalam strategi APBD 2026. Pemkab Bondowoso menargetkan penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan akuntabel, termasuk mendorong kolaborasi lintas sektor.
“Tata kelola yang baik adalah kunci agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat maksimal,” ujarnya.
Dengan evaluasi kinerja yang dilakukan secara menyeluruh, Pemkab Bondowoso optimistis kebijakan APBD 2026 mampu menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, penurunan kemiskinan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing daerah sebagai tolok ukur keberhasilan kebijakan anggaran tahun depan. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi