DADAPAN, Radar Ijen – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai program strategis yang berorientasi pada pembangunan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Multaqo Ulama Nasional di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, (5/11).
Menurutnya, Presiden telah mengambil kebijakan besar yang berpijak pada cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni membangun ekonomi berbasis Pancasila.
Program tersebut mencakup penguatan koperasi di desa dan kelurahan, pengembangan sekolah unggulan rakyat, hingga pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak.
“Semua kebijakan ini dijalankan demi memperkuat fondasi bangsa dan menyejahterakan rakyat,” ujarnya.
Zulhas menjelaskan, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan kemandirian, khususnya dalam bidang pangan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mencapai swasembada pangan dengan melibatkan semua elemen bangsa, termasuk pesantren, ulama, dan masyarakat pedesaan.
“Negara yang kuat dimulai dari rakyat yang mandiri dalam pangan. Karena itu, semua program diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Ia menilai, pesantren memiliki peran besar sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan kemandirian tersebut, mengingat banyak pesantren telah mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
Selain memperkuat sektor pangan, pemerintah juga menyiapkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil.
Zulhas mencontohkan upaya memperluas akses pembiayaan mikro dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi desa.
“Ekonomi rakyat harus tumbuh dari bawah, dari desa, dari masyarakat sendiri,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial setelah pesta demokrasi berakhir.
“Pemilu boleh bersaing, tapi setelah itu kita harus kembali rukun. Kalau umat Islam bersatu bersama agama-agama lain, insyaallah Indonesia akan kuat dan cerah,” katanya.
Melalui forum ulama tersebut, Zulhas berharap kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat semakin kokoh.
Ia optimistis, sinergi ini akan menjadi landasan bagi pembangunan ekonomi Pancasila yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang mandiri dan sejahtera. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi