Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Antisipasi Permainan Harga pada Konsumen, Sekda Bondowoso Turunkan Tim Lintas Dinas untuk Pantau Harga Pupuk Subsidi

Ilham Wahyudi • Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:10 WIB

DETAIL: Sejumlah petugas dari Pupuk Indonesia memeriksa ketersediaan pupuk bersubsidi beberapa waktu lalu. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DETAIL: Sejumlah petugas dari Pupuk Indonesia memeriksa ketersediaan pupuk bersubsidi beberapa waktu lalu. (ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

radarjember.id - Kabar gembira datang untuk para petani.

Pemerintah pusat resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET), pupuk bersubsidi hingga 20 persen per 22 Oktober 2025 lalu.

Pemkab Bondowoso memastikan kebijakan itu benar-benar terasa di tangan petani, bukan hanya di atas kertas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Fathur Rozi menegaskan, pihaknya segera menurunkan tim lintas dinas, untuk meninjau langsung harga pupuk di lapangan.

Mulai dari Dinas Pertanian hingga Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).

Instansi itu diminta untuk melakukan pengecekan harga pupuk di sejumlah kios. “Jangan-jangan masih di atas HET, kita nggak pengen itu ya,” ujarnya.

Ia menekankan, pemerintah daerah tidak ingin ada pihak yang bermain dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Termasuk menjual pupuk melebihi HET yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Kami tidak ingin seperti itu. Karena bagaimanapun juga ini kebutuhan dasar bagi petani,” tegasnya.

Dia juga menyebut, meski belum menerima laporan resmi soal pelaksanaan kebijakan itu di Bondowoso, Fathur mengakui bahwa stok pupuk kini mulai membaik.

Harga di lapangan pun disebut perlahan menyesuaikan dengan ketentuan.

“Akhir-akhir ini alhamdulillah pupuk sudah mulai available, harga juga mulai terjangkau. Ini sudah mulai ada perbaikan,” tuturnya.

Pemkab Bondowoso bakal menyiapkan mekanisme pelaporan cepat jika ada indikasi pelanggaran.

Petani diharapkan ikut aktif mengawasi harga di tingkat kios.

Dinas Pertanian bersama Diskoperindag akan melakukan sidak serentak ke sejumlah titik dalam waktu dekat.

Fathur menegaskan, kebijakan ini bukan sekadar angka di atas surat keputusan.

Tapi, soal keberlanjutan sektor pertanian Bondowoso yang selama ini jadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Kami harus pastikan petani benar-benar merasakan dampaknya, bukan cuma mendengar kabarnya,” tandasnya. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#harga pupuk turun #Pupuk Subsidi #Bondowoso