radarjember.id - Upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan perkembangan positif.
Selain capaian vaksinasi yang telah mencapai lebih dari 45 ribu dosis hingga September 2025, tren kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan hewan ternak juga meningkat tajam.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, drh. Edi Poernomo menjelaskan, Jika pada awal program vaksinasi tahun-tahun sebelumnya sempat diwarnai penolakan karena berbagai isu yang beredar, kini justru banyak peternak yang secara aktif meminta agar hewan mereka divaksin.
“Kesadaran masyarakat berubah sangat signifikan. Mereka bahkan menghubungi petugas untuk jadwal vaksinasi. Ini tentu kabar baik,” ujarnya.
Menurut Edi, peningkatan kesadaran tersebut tidak lepas dari masifnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Peternakan.
Edukasi tentang bahaya PMK dan manfaat vaksinasi disampaikan hingga ke tingkat dusun. “Kuncinya ada di komunikasi.
Setelah tahu manfaatnya, peternak jadi lebih tenang dan aktif melapor jika ada gejala pada hewan mereka,” jelasnya.
Dinas terkait mencatat, dari total alokasi vaksin 51.325 dosis di tahun 2025, sebanyak 42.625 dosis bersumber dari APBN dan 8.700 dosis dari APBD Provinsi Jawa Timur.
Vaksinasi dilakukan secara door-to-door oleh petugas di lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), yakni Juradami, Tamanan, Tapen, Pujer, dan Cermin.
Setiap Puskeswan memiliki wilayah kerja yang mencakup beberapa kecamatan, dengan penyesuaian jumlah vaksin berdasarkan populasi ternak dan ketersediaan tenaga medis.
“Kami pastikan distribusinya merata dan sesuai kebutuhan di lapangan. Bahkan daerah dengan akses sulit tetap jadi prioritas karena risikonya tinggi,” tutur Edi.
Meski demikian, kendala teknis masih dijumpai, seperti lokasi kandang yang terpencil hingga kesibukan peternak di ladang.
Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat petugas.
Pemerintah tetap menargetkan cakupan vaksinasi mencapai minimal 80–90 persen populasi ternak. “Semakin tinggi cakupan vaksin, semakin kecil potensi penularan PMK di Bondowoso,” tegasnya.
Edi juga berpesan agar masyarakat segera melapor jika menemukan ternak dengan gejala PMK, seperti mulut berbusa, pincang, atau lepuh di lidah.
“Penanganan dini itu penting. Jangan panik, karena vaksin dan obat-obatan semuanya gratis. Dengan kerja sama masyarakat, kita bisa pastikan Bondowoso bebas dari wabah PMK,” pungkasnya. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis