KALISAT, Radar Ijen - Jumlah dan kualitas kopi Bondowoso, berpotensi terus meningkat. Hal tersebut menyusul adanya wacana kerjasama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perhutani dan PTPN.
Untuk memastikan rencana itu berjalan, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, mengunjungi kebun kopi hingga pabrik Java Coffee Estate, kemarin (3/6).
Bersama sejumlah pihak terkait lainnya, dia melakukan pemetikan kopi secara simbolis di wilayah Ijen.
Kedatangannya sekaligus untuk melihat program penggunaan lahan, baik milik Perhutani dan PTPN yang dikerjasamakan dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH).
Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, wacana tersebut merupakan program Project Management Office (PMO), dalam upaya mengkerjasamakan kopi masyarakat dengan Perhutani dan PTPN. Mode kerjasamanya yakni masyarakat menanam kopi di lahan Perhutani.
Kemudian, dalam prosesnya dibina oleh PTPN, dan hasilnya dibeli oleh PTPN.
Begitu juga dengan proses pengolahan, akan dilakukan di pabrik, serta dijual dengan nilai yang tinggi.
“Jadi buat petani nilai tambahnya lebih tinggi, dibandingkan mereka bertani tradisional," ungkapnya.
Ujungnya, nilai tambah untuk masyarakat jadi semakin baik. Lebih-lebih, Wamen BUMN melihat kopi Ijen ini bagus untuk pasar ekspor. Sehingga, brandnya kopi Ijen bisa lebih meningkat.
"Kami yakin kopi Ijen ini bagus, untuk pasar ekspor," katanya..
Sementara itu Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan dalam satu tahun total produksi kopinya yakni 825 ribu kilogram.
Dari jumlah tersebut.
80 persen diantaranya diekspor ke luar negeri.
Untuk meningkatkan produksi kopi ini, pihaknya akan bekerjasama dengan PTPN IV. Yakni, dengan melakukan tanam ulang di kebun-kebun milik PTPN.
Selain itu, Kementerian mulai tahun ini menugaskan pihaknya, untuk membantu petani meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kopi masyarakat kami olah disini sebelum dijual, sebisanya ekspor juga arahnya. Sehingga pendapatan petani meningkat," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi