Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Susunan Tim Pansel OB Sekda Bondowoso, Siap Hadapi Tantangan, Setiap Anggota Pansel Punya Persepktif Beragam

M. Ainul Budi • Senin, 19 Mei 2025 | 15:17 WIB

 

Ilustrasi Kursi Sekda
Ilustrasi Kursi Sekda
 

DABASAH, Radar Ijen - Proses seleksi terbuka (open bidding) untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso resmi dimulai.

Beragam persiapan dari pihak panitia seleksi (Pansel) mulai diterapkan.

Pihak tersebut mengakui bahwa siap menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapinya.

Ketua Pansel, Prof. Abdul Halim Soebahar, menyatakan bahwa tahapan seleksi akan berjalan secara profesional dan akuntabel demi mendapatkan sosok Sekda yang ideal dan mampu mendorong kemajuan birokrasi daerah.

"Komitmen yang menjadi patokan utama," bebernya.

Panitia seleksi terdiri dari lima orang dengan latar belakang yang beragam. Mereka adalah Kepala BKD Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya, serta tiga akademisi yakni Prof. Abdul Halim Soebahar dan Prof. Babun Seoharto dari UIN KHAS Jember, serta Dr. Suko dari Universitas Airlangga Surabaya.

"Keragaman profesi, pengalaman, dan pendidikan dari tim pansel memberikan perspektif yang beragam. Ini penting agar figur Sekda yang terpilih tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga mampu menjawab tantangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor," ujarnya.

Ia mengakui bahwa menjadi bagian dari tim pansel Sekda Bondowoso bukan tanpa tantangan. Namun menurutnya, seluruh anggota pansel telah memiliki pengalaman cukup dalam menghadapi berbagai dinamika seleksi jabatan tinggi pratama di berbagai daerah.

"Tantangan pasti ada, tetapi kami punya pengalaman untuk menghadapinya dan mencarikan solusi yang tepat," tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Halim menekankan bahwa figur Sekda Bondowoso ke depan harus benar-benar memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi), mampu menerjemahkan visi dan misi Bupati, serta memiliki kapasitas membangun sinergi dan koordinasi yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Sekda harus menjadi motor penggerak birokrasi, bukan sekadar administrator," tambahnya.

Proses open bidding ini sendiri akan melewati beberapa tahap, mulai dari seleksi administrasi, asesmen kompetensi, hingga wawancara akhir.

Prof. Halim menjamin bahwa seluruh proses akan dilakukan secara objektif dan transparan agar menghasilkan pemimpin birokrasi yang profesional dan loyal terhadap pembangunan daerah.

Panitia seleksi berharap masyarakat dan seluruh stakeholder di Bondowoso turut mengawal proses ini dengan baik.

"Kami terbuka terhadap masukan masyarakat. Semakin banyak partisipasi publik, semakin kuat legitimasi hasil seleksi ini nantinya," pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#sekda #UIN KHAS Jember #Bondowoso