KALIANYAR, Radar Ijen - Gunung Ijen selalu mencuri perhatian dengan kawah birunya yang eksotis, tetapi ada gunung lain di kawasan ini yang menyimpan sejarah lebih tua dan tak kalah menarik: Gunung Blau. Gunung ini merupakan salah satu dari 22 anak gunung yang lahir akibat letusan dahsyat Gunung Ijen Purba sekitar 70.000 tahun silam.
Gunung Blau dikenal luas di kalangan pencinta kopi karena dikaitkan dengan kopi Blue Mountain, varietas kopi unggulan yang tumbuh di lerengnya. Namun, di balik popularitas kopinya, Gunung Blau adalah saksi bisu dari salah satu peristiwa vulkanik terbesar di Jawa Timur. Letusan Ijen Purba kala itu mengosongkan dapur magmanya, menyebabkan runtuhan besar yang membentuk Kaldera Ijen.
Menurut Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayunintiyas, Gunung Blau adalah anak gunung tertua dari letusan Ijen Purba. “Gunung ini merupakan bukti nyata bagaimana dahsyatnya proses geologi yang membentuk lanskap Ijen saat ini. Sementara gunung termudanya adalah Gunung Ijen yang kini terkenal dengan Kawah Ijen,” ujarnya.
Proses kelahiran Gunung Blau tidak lepas dari endapan material letusan yang membentuk struktur gunung ini. Dengan tinggi yang lebih rendah dibandingkan Ijen, Blau memiliki ciri khas lereng yang subur dan kaya mineral, menjadikannya kawasan ideal bagi perkebunan kopi. Keasrian lingkungan sekitarnya juga membuatnya menjadi bagian penting dari kawasan konservasi Ijen Geopark.
Menariknya, meski telah berusia ribuan tahun, Gunung Blau relatif stabil dibandingkan anak gunung lain di Kaldera Ijen. Aktivitas vulkaniknya terbilang minim, berbeda dengan Kawah Ijen yang masih aktif mengeluarkan gas belerang. Keberadaan Blau pun semakin menegaskan bahwa lanskap Ijen adalah hasil perjalanan panjang geologi yang masih terus berlangsung.
Seiring dengan meningkatnya perhatian terhadap Ijen Geopark sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark sejak 2023, Gunung Blau juga diharapkan mendapat sorotan lebih luas. Selain sebagai lokasi penghasil kopi berkualitas, gunung ini bisa menjadi destinasi wisata edukasi yang mengenalkan sejarah geologi dan pentingnya konservasi alam kepada masyarakat.
“Keberadaan Gunung Blau bukan sekadar bukti sejarah, tetapi juga sumber daya berharga yang harus kita jaga. Kita ingin Ijen tetap lestari, baik dari sisi ekologinya maupun sejarah geologinya,” tambah Tantri. Dengan demikian, Gunung Blau tidak hanya dikenal sebagai tempat asal kopi premium, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan geologi dunia. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi