Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Festival Kopi Nusantara (FKN) di Bondowoso Harus Bersih dari Atribut Kampanye, Ini ULTIMATUMNYA

Radar Digital • Kamis, 24 Oktober 2024 | 16:07 WIB
AGENDA TAHUNAN: Malam puncak FKN 6 Desember tahun lalu. FKN kali ini bertepatan dengan masa kampanye Pilbup Bondowoso dan Pilgub Jatim.
AGENDA TAHUNAN: Malam puncak FKN 6 Desember tahun lalu. FKN kali ini bertepatan dengan masa kampanye Pilbup Bondowoso dan Pilgub Jatim.

Akan Usir Oknum yang Berkampanye

TAMANSARI, Radar Ijen - Festival Kopi Nusantara (FKN) edisi ketujuh dipastikan akan digelar akhir pekan ini. Karena diselenggarakan di tengah masa kampanye Pilkada, baik tingkat provinsi dan kabupaten, panitia FKN mewanti-wanti peserta ataupun pengunjung agar tidak membawa atribut kampanye apapun ke lokasi. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso pun menggelar rapat koordinasi.

Rapat tersebut melibatkan aparat penegak hukum (APH) dan Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Bondowoso. Dalam rapat tersebut, dibahas tentang potensi kampanye susupan. Bukan tanpa alasan, hal ini lantaran Bondowoso dan Jawa Timur sebentar lagi akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi acara tersebut digelar di pusat kota, yakni Alun-alun RBA Ki Ronggo.

Kepala DPKP Bondowoso Hendry Widitono saat dikonfirmasi menjelaskan, acara rutin Pemkab Bondowoso itu bersamaan dengan masa-masa kampanye para paslon, maka dari hal tersebut, sebagai dinas pengampu, mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berbau kampanye. "Yang pertama untuk mitigasi antisipasi ada penyusup masuk (untuk berkampanye, Red)," ungkapnya.

Maka dari itu, penting pelibatan aparat penegak hukum dan Bawaslu Bondowoso agar acara FKN yang sudah menjadi agenda rutin tahunan itu terlaksana dengan lancar dan tanpa adanya unsur-unsur kampanye. DPKP pun sengaja memberikan peraturan-peraturan bagi siapa saja yang akan berkunjung ke tempat acara digelar.

Maka dari itu, DPKP mewanti-wanti kepada setiap pengunjung agar tidak mengenakan atribut ataupun kaos berjargon paslon ataupun alat peraga kampanye lainnya. Sebab hal itu dapat dikatagorikan sebagai kegiatan kampanye. "(Mungkin, Red) Pakai kaos paslon dan APK, langsung kita usir, kita buat peraturan," tegas Hendrie.

Seperti diketahui, acara FKN VII itu rencananya akan digelar pada 25 sampai 27 Oktober mendatang. Atau sehari sebelum debat publik paslon bupati dan wakil bupati edisi perdana pada 28 Oktober. Terlebih, FKN VII kali ini, tidak hanya sebatas festival kopi seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga termuat festival tembakau. (hlb/bud)

 

Editor : Radar Digital
#Kopi #Bondowoso