Batu kenong merupakan sebutan untuk batuan dari zaman megalitikum.
Bentuknya silinder atau membulat. Ditambah tonjolan di puncaknya.
Ia menyerupai salah satu alat musik gamelan, yaitu kenong.
Benda ini berasal dari tradisi megalitikum di Nusantara. Kemudian, diwariskan sampai ke periode klasik dalam sejarah Indonesia.
HILMI BASKORO, Binakal – Radar Ijen
BARU-BARU ini telah ditemukan batu kenong di Dusun Tengginah, Desa/Kecamatan Binakal, oleh salah Satpol PP Bondowoso.
Batu itu ditemukan saat Kepala Satpol PP Bondowoso membersihkan tanah miliknya di daerah Binakal.
Setelah dilakukan penelitian atas batu yang baru ditemukan tersebut, disimpulkan bahwa itu batu kenong terkecil yang pernah ditemukan.
Subkoordinator Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Hery Kusdaryanto membenarkan hal itu.
“Yang ditemukan kali ini ukurannya kecil. Tinggi dari dasar batu sampai puncak kenongnya hanya 22 sentimeter. Batu itu kelihatan gendut bentuknya. Lain dari batu kenong yang pada umumnya,” ucap pria lulusan arkeologi Universitas Udayana itu.
Hery menambahkan, batu kenong yang baru ditemukan tersebut bahkan lebih kecil dari batu yang dicatat pihak Belanda.
Sebelumnya, diklaim bahwa batu penemuan Belanda itulah yang paling kecil.
“Tapi, ternyata ada yang lebih kecil dari itu. Batu kenong yang dicatat Belanda kisaran tinggi 40 sentimeter dan lingkarnya 60 sentimeter. Hampir sama dengan batu kenong koleksi Pusat Informasi Megalitikum yang ada di Bondowoso,” ungkapnya.
Penemuan batu kenong oleh anggota satpol PP tersebut unik. Sebab, ukuran batu kenong pada umumnya jauh lebih besar daripada itu.
“Kisaran batu kenong pada umumnya itu di angka 100 sentimeter tingginya. Dengan lingkar tengah mencapai 150 sentimeter. Itu pun banyak variasi dan modelnya,” ujarnya.
Hery menjelaskan, memang keberadaan batu kenong menyebar di lereng Argopuro. Termasuk di Jember dan Bondowoso.
Namun, ada perbedaan bentuk antara batu yang di lereng Argopuro dengan daerah Pekauman.
“Rata-rata di lereng Argopuro bentuknya gendut-gendut. Seperti yang baru ditemukan itu. Kalau di daerah Pekauman dan sekitarnya umumnya kurus tinggi,” ungkapnya.
Dengan penemuan tersebut, ditengarai di Kecamatan Binakal masih ada persebaran batu kenong yang belum ditemukan.
Hery mengatakan, pihaknya bersama tim akan menelusuri di sekitar penemuan batu kenong tersebut.
“Dari titik penemuan itu kami akan melakukan pencarian batu kenong lainnya,” ungkapnya. (c2/dwi)
Editor : Radar Digital