Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Megalitik Maskuning Kulon: Jejak Peradaban Megalitikum di Bondowoso

Radar Digital • Selasa, 21 November 2023 | 15:10 WIB
TERBESAR: Satu-satunya batu dolmen terbesar di Jawa Timur bisa dijumpai di Dusun Krasak, Desa Maskuning Kulon, Pujer. Situs megalitikum Maskuning Kulon menjadi salah satu culture site Ijen Geopark.
TERBESAR: Satu-satunya batu dolmen terbesar di Jawa Timur bisa dijumpai di Dusun Krasak, Desa Maskuning Kulon, Pujer. Situs megalitikum Maskuning Kulon menjadi salah satu culture site Ijen Geopark.

RADARJEMBER.ID – Megalitik merupakan istilah untuk batu-batu besar yang digunakan dalam pembangunan struktur atau monumen.

Kehadiran megalit ini menjadi petunjuk keberadaan tradisi megalitik yang ditemukan di beberapa wilayah di dunia.

Batu-batu ini dapat berupa batu tunggal (monolit), tumpukan batu besar atau kecil, maupun susunan batu dalam bentuk tertentu.

Situs Batu Megalitik di Desa Maskuning Kulon, Pujer, Bondowoso, Jawa Timur merupakan salah satu dari 16 situs yang telah dimasukkan ke dalam Ijen Geopark.

Saat ini juga telah diajukan untuk menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

Situs megalitik ini merupakan bagian dari situs budaya di Ijen Geopark yang terletak dalam satu area dan menjadi destinasi wisata edukatif.

Penggunaan megalit sering terkait dengan ritual keagamaan atau upacara, seperti upacara kematian atau musim tanam.

Di Situs Megalitik Maskuning Kulon, kompleks pemakaman terdiri dari batu-batu besar dengan penyangga di bawahnya.

Hal ini dimaksudkan untuk melindungi jenazah dari serangan binatang buas.

Selain itu, dalam batu tersebut juga ditemukan barang-barang seperti perhiasan yang disertakan sebagai bekal menuju ke alam nenek moyang.

Terdapat sejumlah 58 batu megalitik di Desa Maskuning Kulon dengan rincian 57 Batu Dolmen dan satu Batu Dakon.

Beberapa tradisi kuno masih dijaga di sana, termasuk adanya praktik seperti macapat, kotekan, dan patrol.

Salah satu Batu Dolmen terbesar di Jawa Timur telah tercatat di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur sejak tahun 1997.

Hal ini menjelaskan bahwa Maskuning Kulon telah didaftarkan pada tahun tersebut sebagai batu nomor 29.

Situs Maskuning Kulon diarahkan secara orientasional ke Gunung Ijen Purba, gunung tertinggi dan terdekat dari situs ini.

Penduduk yang mendukung tradisi megalitik masa lalu menggunakan batuan andesit basalitik hasil letusan gunung api sebagai bahan pembuat Dolmen di Situs Maskuning Kulon.

Selain itu, salah satu keunikan lainnya adalah di sini juga terdapat keberadaan Dolmen terbesar di Jawa Timur dengan dimensi yang mengesankan, yaitu panjang 175 cm, lebar 180 cm, dan tinggi 180 cm.

Situs megalitik ini terletak dalam satu wilayah desa dengan batu-batu tersebut yang berdekatan. Beberapa diantaranya berada di tengah kebun dan sawah milik warga.

Pusat aktivitas megalitik di Desa Maskuning Kulon telah lama ditemukan dan dianggap sebagai pusat megalitik dalam wilayah tersebut.

Meskipun masih banyak yang belum diketahu tentang Situs Megalitik Maskuning Kulon, keberadaannya menunjukkan aspek penting dari masa lalu yang belum sepenuhnya terungkap.

Dolmen-dolmen ini kemungkinan digunakan sebagai tanda lokasi pemakaman dan memiliki peran dalam ritual keagamaan, mesti tujuannya yang masih menjadi misteri. (mm6/bud)

Editor : Radar Digital
#megalitikum #Bondowoso