Mendaki gunung sejatinya tidak asal berangkat saja. Sebab kehidupan di gunung mempunyai banyak hal yang berbeda dengan kehidupan di dataran rendah. Mulai dari lingkungan alam, suhu, serta adat istiadat setempat.
Sebelum memutuskan mendaki, setidaknya pendaki telah memahami empat teknik dasar. Yakni, kemampuan teknis, tubuh, personality, serta kemampuan memahami lingkungan sekitar.
Menurut Fathorrahman, pendaki gunung yang juga Ketua DPC Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Bondowoso, manajemen pendakian menjadi sangat wajib sebelum berangkat. Dengan kemampuan teknis, pendaki harus mampu kreatif menyelesaikan kebutuhan, bahkan masalah saat perjalanan. “Misalnya perlengkapan pendakian, setidaknya harus paham kebutuhan air dan protein dalam tubuh, sehingga di tengah perjalanan tidak kekurangan, kemudian juga manajemen waktu perjalanan,” urainya.
Kemampuan tubuh berkaitan dengan kebugaran atau kekuatan fisik saat mendaki. Oong, sapaan akrabnya mengungkapkan, mendaki gunung merupakan kegiatan yang bersifat cukup berat dan membutuhkan banyak tenaga. Normalnya, satu pekan sebelum pendakian, dia biasanya melakukan olahraga kecil setiap harinya.
“Setiap gunung mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda, ya, kita perlu menyiapkan kebugaran tubuh kita masing-masing. Kalau saya seminggu sebelum mendaki, olahraga kecil-kecilan dulu,” ujar anggota muda penempuh rimba yang pernah mendaki Gunung Wanardi, Bandung itu.
Yang tidak kalah penting juga adalah kemampuan personality pendaki. Sedikitnya memahami tentang sikap yang perlu dijaga saat mendaki gunung. Menurutnya, hal itu meliputi rasa percaya diri, kesabaran, serta membangun kepedulian antar sesama. “Itu perlu dimiliki juga, karena pendaki itu berada di tengah hutan belantara, hidupnya bersama dengan teman pendaki yang lain,” bebernya.
Terakhir, yaitu kemampuan lingkungan. Di sini, Oong benar-benar berhati-hati saat mendaki gunung. Sebab, setiap gunung mempunyai lingkungan yang berbeda-beda. Kaitannya dengan adat istiadat daerah sekitar, wilayah yang dilindungi atau cagar alam, pemilihan tempat kemah, dan aktifitas mandi cuci kakus (MCK) saat di gunung. “Jangan sembarangan beraktifitas di gunung, pendaki harus paham lingkungan, misalnya memilih lokasi mendirikan tenda, kemudian adat setempat,” jelasnya.
Empat teknik dasar itu, bagi dia, menjadi bekal utama pendakian, sehingga berangkat dengan gembira, pulangpun dalam keadaan semringah. “Kalau itu sudah diterapkan, berangkat sehat, pulangpun tambah bugar,” pungkas Oong. (mun/sil)
Editor : Radar Digital