Seluruh personel TNI dan Polri dibagi menjadi tiga titik paling terdampak. Desa Sempol, SDN Sempol 1 dan Desa Kalisat. Secara keseluruhan, proses penanganan pascabanjir sudah mencapai 60 persen yang berlangsung selama tiga hari terakhir. Selain menggunakan alat manual, petugas juga menggunakan alat berat.
BACA JUGA: Alat Berat Kurang, Penanganan Pascabencana di Bondowoso Berjalan Lambat
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arm Suhendra Chipta mengatakan, selama tiga hari ini, personel gabungan TNI dan Polri berjumlah 500 orang. Mereka bekerja menangani lumpur dari pagi hingga sore. "Kami kan gabungan ya, dari kepolisian juga. Ada sekitar 500 personel. Setiap hari kami lakukan evaluasi terus," katanya.
Dia menjelaskan, dari hasil analisis tanggap darurat, penanganan pascabencana ini membutuhkan waktu sekitar satu pekan lagi. Hal ini bila didukung dengan cuaca yang normal. Namun, ketika cuaca tidak stabil dan hujan masih berdatangan, kemungkinan butuh waktu lebih lama lagi. "Kalau normal mungkin satu minggu lagi rampung. Tapi kalau terus-terusan hujan, kami tidak tahu lagi," terangnya, saat ditemui di lokasi bencana.
Sementara itu, Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menambahkan, proses penanganan terus dimaksimalkan. Lumpur yang berisi pasir dan batang kayu ditangani dengan gotong royong antara kepolisian dan TNI, serta masyarakat. "Iya, kami terus melakukan evakuasi. Personel kami dibagi ke tiga sektor titik terdampak," tuturnya.
BACA JUGA: Bencana Bondowoso, Dapur Umum Distribusikan 1.800 Nasi Bungkus Setiap Hari
Dia juga berharap, proses evakuasi tersebut dapat berjalan dengan lancar. Bahkan, pihaknya juga telah memberikan langkah antisipasi, jika sewaktu-waktu ada banjir susulan. "Kami juga lakukan antisipasi, bilamana nanti ada banjir susulan seperti kemarin. Dan harapannya proses ini bisa cepat terselesaikan," pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun/Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal