Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sempat Cekcok Urusan Asmara, Driver Ojol di Bondowoso Ditemukan Meninggal

Safitri • Kamis, 1 Desember 2022 | 21:58 WIB
MIRIS: Sejumlah petugas kesehatan ketika bersiap membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.
MIRIS: Sejumlah petugas kesehatan ketika bersiap membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi.
KADEMANGAN, Radar Ijen - Sebuah rumah di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, tiba-tiba didatangi puluhan warga. Mereka terlihat berbondong-bondong melihat tim kepolisian yang sedang bertugas. Diketahui, di tempat tersebut baru saja ada warga yang meninggal diduga korban pembunuhan.

BACA JUGA : Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, korban meninggal adalah MS. Lelaki 33 tahun itu merupakan seorang driver ojek online (ojol). Dia terbunuh di rumah kontrakannya, Jalan Kolonel Sugiono, Gang Jambu, Kelurahan Kademangan. Saat ini, jenazah korban sedang dilakukan otopsi di RSUD dr Koesnadi.

Waka Polres Bondowoso Joes Indra Lanawira menjelaskan, kejadian itu kuat dugaan merupakan pembunuhan. Terjadi pada pukul 15.00 WIB. Berdasarkan hasil olah TKP, sebilah pisau diamankan oleh anggota kepolisian. Selain itu, salah seorang warga berinisial BD diamankan. Lelaki 33 tahun itu diduga pelaku pembunuhan. "Saat ini masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan kami," katanya.

Untuk motif pembunuhan, dia belum mengatakan secara pasti. Sebab, masih akan dilakukan pengembangan oleh satreskrim. Selain itu, jenazah korban sudah dibawa ke RSUD dr Koesnadi untuk dilakukan otopsi.

Dari hasilnya nanti, baru dapat ditentukan apakah yang menjadi penyebab kematian korban. "Sebab-sebabnya nanti diketahui melalui hasil forensik. Kami tidak bisa menentukan begitu saja," tegasnya.

Sementara itu, Zainul, salah seorang saksi mata yang berada di sekitar lokasi, mengatakan, Sebelum kejadian, terduga pelaku memang sudah berada di dalam rumah kontrakan korban. Dia diduga memiliki hubungan terlarang dengan istri korban. Oleh sebab itu, ketika MS pulang sempat terjadi percekcokan antara keduanya.

Setelah percekcokan tak kunjung usai, sejumlah warga yang mengetahui hal itu pun memutuskan untuk masuk ke rumah kontrakan korban. Ternyata, saat itu korban memang sudah dalam keadaan berlumuran darah. Melihat hal itulah, saksi yang berprofesi sebagai perawat pun melakukan pengecekan. "Ternyata korban sudah tidak dapat diselamatkan lagi," imbuhnya.

Mengetahui korban sudah meninggal, dia pun menyuruh warga untuk mencegat terduga pelaku, yang sudah mau melarikan diri dari tempat kejadian perkara. "Sembari memanggil aparat kepolisian. Kami cegat dulu agar tidak kabur," pungkasnya. (ham/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Pembunuhan #Lumajang