24.1 C
Jember
Monday, 6 February 2023

Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Jember Dituntut 19 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya di Jember, memasuki babak baru. Terdakwa NH, asal Kecamatan Balung itu, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Tuntutan ini disampaikan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (30/11).

Perjalanan sidang NH menguak banyak fakta baru. Dari pemeriksaan saksi-saksi, termasuk saksi korban, NH rupanya memerkosa anak kandungnya disertai dengan kekerasan. Sebelumnya, NH sempat mengelak dengan menyebut atas dasar suka sama suka dan menganggap anak kandungnya sebagai kekasihnya.

BACA JUGA: Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

Mobile_AP_Rectangle 2

NH melakukan perbuatan tersebut pada 2021 lalu. Saat itu, korban masih tergolong anak karena belum genap 18 tahun. Demi melancarkan perbuatan tersebut, korban dipaksa dan diancam akan dibunuh oleh NH. Bahkan, korban sempat berupaya menolak dan berteriak meminta tolong, namun upayanya sia-sia. Sebab, waktu itu rumah dalam keadaan sepi.

Karena merasa nyaman, kejahatan NH dilakukan berulang kali, tanpa memikirkan nasib anak kandungnya. Sampai Februari 2022, NH telah memerkosa anak kandungnya itu sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini baru terkuak saat korban melarikan diri dari rumah dan memilih tinggal di rumah kos, meninggalkan ayahnya.

Atas perbuatan itu, NH dijerat Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 juncto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atas tuntutan tersebut, Penasihat Hukum NH, Naniek Sudiarti menyebut akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya. Menurutnya, dengan beberapa poin pembelaan yang akan disampaikan itu dapat meringankan putusan majelis hakim. “Harapannya, nanti dengan alasan yang kami ajukan dalam pembelaan, bisa meringankan hukuman terdakwa,” katanya.

Sidang agenda pembacaan tuntutan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan di ruang Candra PN Jember. JPU R Yuri Andina Putra dan Naniek Sudiarti hadir langsung mengikuti sidang. Sementara terdakwa mengikuti secara dari dari Lapas Kelas II A Jember. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto       : Ahmad Ma’mun

Editor     : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya di Jember, memasuki babak baru. Terdakwa NH, asal Kecamatan Balung itu, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Tuntutan ini disampaikan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (30/11).

Perjalanan sidang NH menguak banyak fakta baru. Dari pemeriksaan saksi-saksi, termasuk saksi korban, NH rupanya memerkosa anak kandungnya disertai dengan kekerasan. Sebelumnya, NH sempat mengelak dengan menyebut atas dasar suka sama suka dan menganggap anak kandungnya sebagai kekasihnya.

BACA JUGA: Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

NH melakukan perbuatan tersebut pada 2021 lalu. Saat itu, korban masih tergolong anak karena belum genap 18 tahun. Demi melancarkan perbuatan tersebut, korban dipaksa dan diancam akan dibunuh oleh NH. Bahkan, korban sempat berupaya menolak dan berteriak meminta tolong, namun upayanya sia-sia. Sebab, waktu itu rumah dalam keadaan sepi.

Karena merasa nyaman, kejahatan NH dilakukan berulang kali, tanpa memikirkan nasib anak kandungnya. Sampai Februari 2022, NH telah memerkosa anak kandungnya itu sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini baru terkuak saat korban melarikan diri dari rumah dan memilih tinggal di rumah kos, meninggalkan ayahnya.

Atas perbuatan itu, NH dijerat Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 juncto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atas tuntutan tersebut, Penasihat Hukum NH, Naniek Sudiarti menyebut akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya. Menurutnya, dengan beberapa poin pembelaan yang akan disampaikan itu dapat meringankan putusan majelis hakim. “Harapannya, nanti dengan alasan yang kami ajukan dalam pembelaan, bisa meringankan hukuman terdakwa,” katanya.

Sidang agenda pembacaan tuntutan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan di ruang Candra PN Jember. JPU R Yuri Andina Putra dan Naniek Sudiarti hadir langsung mengikuti sidang. Sementara terdakwa mengikuti secara dari dari Lapas Kelas II A Jember. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto       : Ahmad Ma’mun

Editor     : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap anaknya di Jember, memasuki babak baru. Terdakwa NH, asal Kecamatan Balung itu, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 19 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Tuntutan ini disampaikan pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jember, Rabu (30/11).

Perjalanan sidang NH menguak banyak fakta baru. Dari pemeriksaan saksi-saksi, termasuk saksi korban, NH rupanya memerkosa anak kandungnya disertai dengan kekerasan. Sebelumnya, NH sempat mengelak dengan menyebut atas dasar suka sama suka dan menganggap anak kandungnya sebagai kekasihnya.

BACA JUGA: Berdalih Mencintai, Ayah di Jember Perkosa Anak Kandung hingga 7 Kali

NH melakukan perbuatan tersebut pada 2021 lalu. Saat itu, korban masih tergolong anak karena belum genap 18 tahun. Demi melancarkan perbuatan tersebut, korban dipaksa dan diancam akan dibunuh oleh NH. Bahkan, korban sempat berupaya menolak dan berteriak meminta tolong, namun upayanya sia-sia. Sebab, waktu itu rumah dalam keadaan sepi.

Karena merasa nyaman, kejahatan NH dilakukan berulang kali, tanpa memikirkan nasib anak kandungnya. Sampai Februari 2022, NH telah memerkosa anak kandungnya itu sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini baru terkuak saat korban melarikan diri dari rumah dan memilih tinggal di rumah kos, meninggalkan ayahnya.

Atas perbuatan itu, NH dijerat Pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 juncto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Atas tuntutan tersebut, Penasihat Hukum NH, Naniek Sudiarti menyebut akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya. Menurutnya, dengan beberapa poin pembelaan yang akan disampaikan itu dapat meringankan putusan majelis hakim. “Harapannya, nanti dengan alasan yang kami ajukan dalam pembelaan, bisa meringankan hukuman terdakwa,” katanya.

Sidang agenda pembacaan tuntutan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan di ruang Candra PN Jember. JPU R Yuri Andina Putra dan Naniek Sudiarti hadir langsung mengikuti sidang. Sementara terdakwa mengikuti secara dari dari Lapas Kelas II A Jember. (*)

Reporter: Ahmad Ma’mun

Foto       : Ahmad Ma’mun

Editor     : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/