Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hewan Ternak Juga Divaksin PMK Booster

Safitri • Selasa, 22 November 2022 | 18:17 WIB
BERUPAYA: Sejumlah tim vaksinator PMK ketika bersiap untuk penyuntikan vaksin hewan ternak sapi.
BERUPAYA: Sejumlah tim vaksinator PMK ketika bersiap untuk penyuntikan vaksin hewan ternak sapi.
KALIANYAR, Radar Ijen – Tak hanya Covid-19 yang ada vaksin dosis kedua hingga booster. Tapi, penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak juga ada vaksin booster-nya. Inilah yang dilakukan petugas kesehatan hewan Bondowoso, yang masih melakukan vaksinasi hewan ternak hingga booster, seperti yang dilakukan di Kecamatan Ijen, kemarin (21/11).

BACA JUGA : Tuntaskan Hadiah Lomba Mewarnai

Kabid Keswan dan Kesmavet pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso drh Cendy Herdiawan menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan vaksinasi dosis kedua dan ketiga atau disebut revaksin dan perluasan vaksinasi PMK. Berdasarkan jadwal yang dibuat oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), tempat pertama yang menjadi lokasi kegiatan tersebut adalah Kecamatan Ijen, mulai 21 November hingga 15 Desember. "Kami tidak melakukan vaksinasi PMK serentak pada tanggal 21 November,” ucapnya.

Menurut Cendy, jika hanya dilakukan dalam satu hari, maka dipastikan waktunya tidak akan cukup untuk menyasar semua hewan ternak masyarakat. Terlebih, hewan yang berpotensi terdampak bukan hanya sapi. Kambing dan domba juga berpotensi untuk tertular PMK.

Selain Kecamatan Ijen, kegiatan serupa juga akan dilakukan di sejumlah kecamatan lain di Bondowoso. Sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh lima puskeswan. Dia menjelaskan, dari 332 ribu populasi hewan ternak, saat ini cakupan vaksinasi PMK sudah mencapai angka 65 ribu. “Untuk perluasan ini (vaksin PMK, Red) merupakan kali keempat vaksin yang diterima oleh Pemkab Bondowoso,” terangnya.

Saat ini Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Jatim yang sudah tidak ditemukan kasus terkonfirmasi PMK. Meski begitu, kata Cendy, tidak tertutup kemungkinan masih ada. "Makanya teman-teman di lapangan mengimbau kepada masyarakat, jangan ragu untuk melapor. Agar segera ditangani," pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#PMK #Bondowoso