BACA JUGA : Kasus Ritual Maut Pantai Payangan Berlanjut di Meja Hijau
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, petugas yang melakukan evakuasi sempat dibuat kewalahan. Sebab, monyet liar tersebut terus meloncat dari atap ke atap rumah warga. Hal itu membuat proses evakuasi berjalan cukup lama. Butuh waktu dua jam penuh untuk petugas menangkap monyet liar tersebut.
Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko menerangkan, penangkapan monyet liar itu memang berjalan cukup lama. Sebab, terus meloncat dari satu tempat ke tempat lainnya. Beruntung, hewan tersebut tidak melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Hal itu mempermudah petugas dalam melakukan evakuasi.
Setelah dua jam melakukan upaya penangkapan, akhirnya dengan alat seadanya petugas berhasil mengamankan hewan yang meresahkan masyarakat itu. Kemudian, dimasukkan ke dalam kandang besi dan selanjutnya dilepaskan kembali ke habitat aslinya, agar tidak kembali meresahkan warga. "Kami tangkap dan amankan. Kemudian dilepas kembali di jalur Arak-Arak," katanya.
Selain itu, Slamet juga meminta kepada masyarakat yang memiliki atau memelihara hewan yang dilindungi agar segera dilepasliarkan ke habitat aslinya. Agar kelestariannya tetap terjaga dengan baik. "Dilepas ke areal hutan atau habitatnya semula," cetusnya.
Lebih lanjut, Slamet juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap hewan liar yang dapat menyerang masyarakat. Khususnya saat memasuki musim kemarau. Sebab, biasanya monyet akan mencari makanan ke permukiman penduduk. "Kalau kekurangan makanan di hutan, biasanya monyet turun ke permukiman warga," pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri