Baca Juga : Peretas Website KPU Jember Dituntut 18 Bulan
Kala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso memeriksa halaman website yang diretas tersebut, terdapat sebuah gambar demonstran sedang membawa kain panjang dengan diisi tulisan penolakan terhadap Jokowi tiga periode dan Amandemen UUD 1945. Selain itu, juga memutar lagu Gugur Bunga, sebuah lagu perjuangan yang dipersembahkan untuk pahlawan.
Website pemerintah Bondowoso secara keseluruhan itu down. Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Keamanan dan Persandian Diskominfo Bondowoso Jazuli menjelaskan, seluruh website OPD yang tidak bisa diakses tersebut karena satu server dengan Diskominfo. “Jadi, mengakibatkan semua website milik OPD tidak bekerja,” paparnya.
Beruntung, serangan itu hanya merusak halaman website dan tidak bisa diakses. “Tidak sampai merusak data penting di dalamnya,” terang Jazuli kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin, (13/4). Menurut Jazuli, website seluruh OPD Pemkab Bondowoso yang diretas tersebut masih dikategorikan ringan. Dirinya menyebut pelaku masih belajar.
Jazuli menjelaskan, hingga kemarin (13/4), belum ada kejelasan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terkait pelaku peretasan tersebut. Pihaknya mengatakan, pembobol tersebut berasal dari luar negeri. “Karena memakai VPN (virtual private network, Red) luar Indonesia. Tapi, saya yakin pelakunya pasti orang Indonesia,” terangnya.
Pihaknya telah memutus akses semua internet sebagai antisipasi terjadinya serangan yang lebih besar. “Akses saya putus, tinggal menunggu perbaikan dari server,” ujar Jazuli. Sayangnya, dirinya belum bisa memastikan kapan persoalan tersebut selesai. (mg5/c2/dwi) Editor : Safitri