Goek Fitri Purwandari, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso membeberkan temuan pada 2021 lalu. “Bahkan di Jawa Timur rata-rata juga turun. Data tersebut turun karena banyak faktor. Salah satunya orang masih takut ke fasilitas kesehatan karena pandemi. Juga bisa jadi disebabkan banyak orang yang enggan memeriksakan TBC, jadi datanya menurun,” bebernya.
Di Bondowoso sendiri, penurunan kasus ini cukup drastis. Ada 58 persen kasus suspect yang dicurigai. Dengan total seluruh kasus TBC turun sekitar 80 persen. Bahkan Goek menyebut, hampir pada seluruh puskesmas di Bondowoso mengalami penurunan kasus TBC.
Sementara itu, di Bondowoso masih ada empat faskes yang memiliki mesin tes cepat molekuler untuk TBC (TCM-TB). Yakni mesin pemeriksaan pendektesian virus TBC pada pasien. “Ada di RSUD Koesnadi, Puskesmas Maesan, Tenggarang, dan Prajekan,” kata Goek.
Total selama 2021 pasien TBC terbanyak yang dilayani ada di RS Bhayangkara. Dengan total 61 pasien. Di urutan kedua ada 54 kasus TBC yang terdata di Puskesmas Tamanan, sedangkan urutan ketiga ada Puskesmas Maesan dengan 50 kasus.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri