alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Gua Butha Cermee Peninggalan Bersejarah di Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu dari lima situs budaya atau culture site yang masuk Ijen Geopark adalah Gua Butha. Ada dua situs yang diajukan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG). Dua situs Gua Butha tersebut di antaranya terdapat Gua Butha yang terletak di Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee, dan di Sumber Canting Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

Struktur Gua Butha Cermee merupakan gua pertapaan pada akhir zaman Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 hingga ke-14. Butha memiliki arti raksasa dalam Bahasa Madura. Situs ini berupa cerukan pada tebing batu.

Yang membuat unik dan kagum adalah adanya relief berbentuk raksasa berupa wajah dengan mata terbuka lebar, gigi bertaring, dan tangan berkuku tajam. Pada sisi barat gua terdapat beberapa relief yang merupakan bagian dari relief induk. Yaitu berupa relief kuncup bunga teratai, yang tak lain merupakan lambang Agama Budha. Juga terdapat relief Budha bermeditasi, kepala manusia dengan surya, petapa, dan beberapa binatang yang biasa digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan.

“Gua Butha ini memang sudah lama ada. Jalan menuju ke Gua Butha ini dulunya penuh semak belukar. Alhamdulillah sekarang mulai dibuatkan jalan setapak agar pengunjung sampai ke lokasi,” ujar Kepala Desa Jirek Mas Karman.

Jawa Pos Radar Ijen yang berkesempatan turun langsung ke lokasi mendapati bahwa jalan setapak menuju Gua Butha memang cukup curam. Trek naik turun dengan tanah basah membuat pengunjung harus ekstra waspada. Beberapa warga lokal atau anggota dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) dapat mengantarkan pengunjung ke lokasi.

Relief gua ini dipahat pada sebuah bukit berorientasi ke arah timur. Berbatasan langsung dengan tebing di sebelah utara, jurang di arah timur, hutan di arah selatan, dan hutan di arah barat. Relief Gua Butha berada di lokasi tanah milik Perhutani.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu dari lima situs budaya atau culture site yang masuk Ijen Geopark adalah Gua Butha. Ada dua situs yang diajukan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG). Dua situs Gua Butha tersebut di antaranya terdapat Gua Butha yang terletak di Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee, dan di Sumber Canting Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin.

 

Struktur Gua Butha Cermee merupakan gua pertapaan pada akhir zaman Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 hingga ke-14. Butha memiliki arti raksasa dalam Bahasa Madura. Situs ini berupa cerukan pada tebing batu.

Yang membuat unik dan kagum adalah adanya relief berbentuk raksasa berupa wajah dengan mata terbuka lebar, gigi bertaring, dan tangan berkuku tajam. Pada sisi barat gua terdapat beberapa relief yang merupakan bagian dari relief induk. Yaitu berupa relief kuncup bunga teratai, yang tak lain merupakan lambang Agama Budha. Juga terdapat relief Budha bermeditasi, kepala manusia dengan surya, petapa, dan beberapa binatang yang biasa digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan.

“Gua Butha ini memang sudah lama ada. Jalan menuju ke Gua Butha ini dulunya penuh semak belukar. Alhamdulillah sekarang mulai dibuatkan jalan setapak agar pengunjung sampai ke lokasi,” ujar Kepala Desa Jirek Mas Karman.

Jawa Pos Radar Ijen yang berkesempatan turun langsung ke lokasi mendapati bahwa jalan setapak menuju Gua Butha memang cukup curam. Trek naik turun dengan tanah basah membuat pengunjung harus ekstra waspada. Beberapa warga lokal atau anggota dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) dapat mengantarkan pengunjung ke lokasi.

Relief gua ini dipahat pada sebuah bukit berorientasi ke arah timur. Berbatasan langsung dengan tebing di sebelah utara, jurang di arah timur, hutan di arah selatan, dan hutan di arah barat. Relief Gua Butha berada di lokasi tanah milik Perhutani.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Salah satu dari lima situs budaya atau culture site yang masuk Ijen Geopark adalah Gua Butha. Ada dua situs yang diajukan masuk warisan dunia UNESCO Global Geopark (UGG). Dua situs Gua Butha tersebut di antaranya terdapat Gua Butha yang terletak di Desa Jirek Mas, Kecamatan Cermee, dan di Sumber Canting Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin.

 

Struktur Gua Butha Cermee merupakan gua pertapaan pada akhir zaman Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-13 hingga ke-14. Butha memiliki arti raksasa dalam Bahasa Madura. Situs ini berupa cerukan pada tebing batu.

Yang membuat unik dan kagum adalah adanya relief berbentuk raksasa berupa wajah dengan mata terbuka lebar, gigi bertaring, dan tangan berkuku tajam. Pada sisi barat gua terdapat beberapa relief yang merupakan bagian dari relief induk. Yaitu berupa relief kuncup bunga teratai, yang tak lain merupakan lambang Agama Budha. Juga terdapat relief Budha bermeditasi, kepala manusia dengan surya, petapa, dan beberapa binatang yang biasa digunakan dalam kegiatan ritual keagamaan.

“Gua Butha ini memang sudah lama ada. Jalan menuju ke Gua Butha ini dulunya penuh semak belukar. Alhamdulillah sekarang mulai dibuatkan jalan setapak agar pengunjung sampai ke lokasi,” ujar Kepala Desa Jirek Mas Karman.

Jawa Pos Radar Ijen yang berkesempatan turun langsung ke lokasi mendapati bahwa jalan setapak menuju Gua Butha memang cukup curam. Trek naik turun dengan tanah basah membuat pengunjung harus ekstra waspada. Beberapa warga lokal atau anggota dari kelompok sadar wisata (pokdarwis) dapat mengantarkan pengunjung ke lokasi.

Relief gua ini dipahat pada sebuah bukit berorientasi ke arah timur. Berbatasan langsung dengan tebing di sebelah utara, jurang di arah timur, hutan di arah selatan, dan hutan di arah barat. Relief Gua Butha berada di lokasi tanah milik Perhutani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/