Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Paralayang di Puncak Megasari Bondowoso

Safitri • Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:31 WIB
BISA LIHAT KALDERA IJEN: Suasana Puncak Megasari ketika matahari terbit di pagi hari. Puncak Megasari menjadi lokasi terbang atlet paralayang dan paramotor.
BISA LIHAT KALDERA IJEN: Suasana Puncak Megasari ketika matahari terbit di pagi hari. Puncak Megasari menjadi lokasi terbang atlet paralayang dan paramotor.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Paralayang merupakan salah satu cabang olahraga yang kini banyak digemari. Tak terkecuali di Bondowoso. Olahraga paralayang biasanya lepas landas dari sebuah lereng bukit atau dataran tinggi dengan memanfaatkan angin sebagai media utamanya. Meski terlihat sangat menantang dan mengasyikkan, tidak semua orang boleh mengikuti cabang olahraga ini.

Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Bondowoso pun berharap olahraga udara ini tetap eksis. Apalagi, bukti nyata salah satu atlet paralayang asal Bondowoso, Widodo, berhasil meraih medali perak di PON Papua, kemarin.

Menurut Sinung Sudrajad, Ketua FASI Bondowoso, pihaknya terus mempersiapkan diri ke depannya. Beberapa rencana pembinaan atlet maupun upaya menggandeng pihak terkait untuk mendukung olahraga dirgantara ini terus dilakukan.

Bahkan, dengan atletnya yang sudah berbicara banyak di level nasional, FASI Bondowoso berharap event paralayang dapat kembali digelar. “Semoga nantinya tetap bisa digelar di Bondowoso. Dan kami akan segera membuat rencananya, dengan bukti yang ada, atlet kami meraih medali di PON Papua,” bebernya.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini menambahkan, pihaknya mengharap dukungan dari pemerintah. “Kami harap support dari Pemprov Jawa Timur juga. Untuk pengembangan dan pembibitan atlet dirgantara di Bondowoso ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Sinung, Puncak Megasari, lokasi yang biasa digunakan untuk terbang landas paralayang, sangat representatif. “Puncak Megasari sudah standar nasional. Bahkan beberapa atlet paralayang luar negeri juga sudah pernah menjajal. Dengan tingkat kesulitan yang cukup susah,” urainya.

Sebagai site olahraga paralayang, Megasari di Bondowoso mungkin sudah jamak yang tahu. Tapi, sebagai dinding kaldera, belum banyak orang yang tahu.

Megasari merupakan julukan atau nama sebuah tempat yang terletak di dataran tinggi Ijen. Tepatnya di Kecamatan Ijen, Bondowoso. Megasari memiliki ketinggian 1.598 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Tempat ini terletak di ketinggian sebuah tubir lembah menganga yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter. Kemiringan bibir jurangnya cukup terjal, sekitar 60–70 derajat. Itulah sebabnya bagi para pegiat olahraga dirgantara, lokasi ini dinilai sangat representatif untuk take off paralayang dan gantole. Buktinya, di tempat ini sudah beberapa kali digelar kejuaraan paralayang berskala nasional maupun internasional.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Paralayang #Wisata #Bondowoso