alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Atlet Berprestasi Jangan Sampai Minim Apresiasi

Sebagai kota kecil di lereng Semeru, Lumajang disebut-sebut sebagai gudangnya atlet berprestasi. Terbukti dalam PON XX Papua, tiga di antara empat atlet Lumajang atas nama Provinsi Jawa Timur berhasil memboyong empat medali. Lalu, bagaimana apresiasinya?

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bangga! Tentu kata itu yang pertama tebersit saat mendengar atlet mengharumkan nama daerahnya. Tidak terkecuali bagi para atlet yang berjuang di setiap kejuaraan olahraga. Seperti yang dirasakan Saiful Rijal dan Efi Dian Sofiana. Menjadi perwakilan Jawa Timur dalam pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, mereka pulang membawa medali juara.

Saiful Rijal, atlet sepak takraw Lumajang, bersyukur latihannya berbuah hasil. Tentu, hal tersebut berawal dari dukungan dan restu banyak pihak. Terutama kedua orang tua. Bagi Rijal, melakoni perjuangan yang panjang di arena kejuaraan tidak mudah dilupakan. Terlebih, latihan selama bertahun-tahun tersebut membawanya meraih dua juara.

“Mendapat reward seperti uang, rumah, dan lainnya memang bonus. Namun, bonus terbesar adalah apa yang kita pelajari selama latihan muncul saat tampil di pertandingan. Perkara hasil itu belakangan. Tetapi, selama ini dukungan dari keluarga maksimal dan optimal. Tidak terkecuali dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Efi Dian Sofiana juga mengungkapkan hal yang sama. Meski sempat tidak dikenal, namun berkat hasil latihannya hingga mengorbankan darah bahkan patah tulang, dia mengharumkan Lumajang. Ditambah, setelah memenangkan debut mixed martial arts (MMA) dua kali, dukungan terus mengalir. “Ada yang dikorbankan. Terutama waktu. Jadi, jarang bahkan sulit bertemu orang tua. Tetapi, ini juga bagian dari membanggakan Lumajang,” katanya.

Sementara itu, pengamat olahraga yang juga mantan Plt Ketua KONI Lumajang, Pujo Asmara Hadi, menjelaskan, hampir semua kecamatan melahirkan generasi atlet berprestasi. Namun, Pujo mengamati, apresiasi sangat minim. Apalagi sempat ada transfer atlet ke kabupaten lain tanpa sepengetahuan kabupaten asal. Jika dibiarkan, akan berdampak pada generasi selanjutnya.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bangga! Tentu kata itu yang pertama tebersit saat mendengar atlet mengharumkan nama daerahnya. Tidak terkecuali bagi para atlet yang berjuang di setiap kejuaraan olahraga. Seperti yang dirasakan Saiful Rijal dan Efi Dian Sofiana. Menjadi perwakilan Jawa Timur dalam pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, mereka pulang membawa medali juara.

Saiful Rijal, atlet sepak takraw Lumajang, bersyukur latihannya berbuah hasil. Tentu, hal tersebut berawal dari dukungan dan restu banyak pihak. Terutama kedua orang tua. Bagi Rijal, melakoni perjuangan yang panjang di arena kejuaraan tidak mudah dilupakan. Terlebih, latihan selama bertahun-tahun tersebut membawanya meraih dua juara.

“Mendapat reward seperti uang, rumah, dan lainnya memang bonus. Namun, bonus terbesar adalah apa yang kita pelajari selama latihan muncul saat tampil di pertandingan. Perkara hasil itu belakangan. Tetapi, selama ini dukungan dari keluarga maksimal dan optimal. Tidak terkecuali dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Efi Dian Sofiana juga mengungkapkan hal yang sama. Meski sempat tidak dikenal, namun berkat hasil latihannya hingga mengorbankan darah bahkan patah tulang, dia mengharumkan Lumajang. Ditambah, setelah memenangkan debut mixed martial arts (MMA) dua kali, dukungan terus mengalir. “Ada yang dikorbankan. Terutama waktu. Jadi, jarang bahkan sulit bertemu orang tua. Tetapi, ini juga bagian dari membanggakan Lumajang,” katanya.

Sementara itu, pengamat olahraga yang juga mantan Plt Ketua KONI Lumajang, Pujo Asmara Hadi, menjelaskan, hampir semua kecamatan melahirkan generasi atlet berprestasi. Namun, Pujo mengamati, apresiasi sangat minim. Apalagi sempat ada transfer atlet ke kabupaten lain tanpa sepengetahuan kabupaten asal. Jika dibiarkan, akan berdampak pada generasi selanjutnya.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bangga! Tentu kata itu yang pertama tebersit saat mendengar atlet mengharumkan nama daerahnya. Tidak terkecuali bagi para atlet yang berjuang di setiap kejuaraan olahraga. Seperti yang dirasakan Saiful Rijal dan Efi Dian Sofiana. Menjadi perwakilan Jawa Timur dalam pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, mereka pulang membawa medali juara.

Saiful Rijal, atlet sepak takraw Lumajang, bersyukur latihannya berbuah hasil. Tentu, hal tersebut berawal dari dukungan dan restu banyak pihak. Terutama kedua orang tua. Bagi Rijal, melakoni perjuangan yang panjang di arena kejuaraan tidak mudah dilupakan. Terlebih, latihan selama bertahun-tahun tersebut membawanya meraih dua juara.

“Mendapat reward seperti uang, rumah, dan lainnya memang bonus. Namun, bonus terbesar adalah apa yang kita pelajari selama latihan muncul saat tampil di pertandingan. Perkara hasil itu belakangan. Tetapi, selama ini dukungan dari keluarga maksimal dan optimal. Tidak terkecuali dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Efi Dian Sofiana juga mengungkapkan hal yang sama. Meski sempat tidak dikenal, namun berkat hasil latihannya hingga mengorbankan darah bahkan patah tulang, dia mengharumkan Lumajang. Ditambah, setelah memenangkan debut mixed martial arts (MMA) dua kali, dukungan terus mengalir. “Ada yang dikorbankan. Terutama waktu. Jadi, jarang bahkan sulit bertemu orang tua. Tetapi, ini juga bagian dari membanggakan Lumajang,” katanya.

Sementara itu, pengamat olahraga yang juga mantan Plt Ketua KONI Lumajang, Pujo Asmara Hadi, menjelaskan, hampir semua kecamatan melahirkan generasi atlet berprestasi. Namun, Pujo mengamati, apresiasi sangat minim. Apalagi sempat ada transfer atlet ke kabupaten lain tanpa sepengetahuan kabupaten asal. Jika dibiarkan, akan berdampak pada generasi selanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/