Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minim Komunikasi, Penebangan di Taman Magenda Saling Lempar Tanggung Jawab

Safitri • Senin, 18 Oktober 2021 | 16:11 WIB
Photo
Photo
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Penebangan pohon sonokeling di Taman Magenda ternyata juga minim komunikasi antarinstansi terkait. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso dalam proses penebangan pohon itu.

Kepala DLHP Bondowoso Aris Agung Sungkowo menyebut, pihaknya tidak terlibat dalam penebangan tiga pohon sonokeling di Taman Magenda. Walaupun pohon tersebut memang dalam pengawasan pihaknya, mantan kasatpol PP itu menyatakan penebangan tersebut murni merupakan inisiatif dan dalam tanggung jawab PUPR. Pihaknya hanya menerima pemberitahuan. "Pastinya ada pengajuan ke perizinan untuk pemotongan pohon. Yang mengajukan dan penanggungjawabnya PUPR," jelasnya, Jumat (15/10).

Aris mengaku memang tak terlalu mengawasi penebangan tersebut. Sebab, pihaknya berasumsi akan ada pelebaran jalan sehingga pohon di Taman Magenda memang perlu ditebang. "Izin penebangannya karena pohon itu mengganggu jalan. Maka, kami pikir akan ada pelebaran jalan. Ketika penanggungjawabnya PUPR, saya pikir yang memotong ya tim PUPR, bukan tim DLHP," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR saat hendak dikonfirmasi sedang tidak ada di kantor. "Pak Kadis sedang rapat di luar. Kabid yang membidangi juga lagi ada kerjaan," ujar petugas penerima tamu di Kantor PUPR. Jawa Pos Radar Ijen sudah mencoba mengonfirmasi melalui sambungan telepon dan melalui chat WhatsApp. Tapi, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum merespons.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo menyebutkan, pihaknya menghentikan sementara penebangan pohon itu. Sebab, telah dinilai meresahkan masyarakat. "Ya, kemarin meresahkan, jadi saya stop dulu. Kalau untuk pelaporan sampai saat ini belum ada," ujarnya.

Kepolisian tengah mendalami penebangan pohon itu. Bahkan, telah memanggil seseorang yang disebutkan oleh pekerja, berinisial J, untuk menunjukkan surat-surat izin penebangan.

Dikonfirmasi terkait Dinas PUPR yang memberikan rekomendasi, pria tersebut menjelaskan bahwa masih pendalaman. "Masih pendalaman," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat, yang juga mengunjungi langsung ke lokasi, menerangkan bahwa pihaknya juga telah meminta agar penebangan dihentikan. "Saya suruh hentikan, jangan ada penebangan lagi. Karena, satu itu adalah pohon ayoman. Yang diajukan enam, yang roboh baru satu. Sisanya lima saya suruh stop," ujarnya.

Dirinya sendiri juga telah memanggil sejumlah kepala dinas yang terdiri atas Dinas PUPR, DLHP, inspektorat, satpol PP, hingga DPMPTSP. "Saya ingin tanya permasalahannya apa, karena kayunya sehat dan kuat," pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#taman #Bondowoso