Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Bondowoso Ririn Mardikaningrum mengatakan, sejak awal pembahasan Ijen Geopark, pihaknya langsung menggarap naskah akademis kepemudaan sebagai runtutan kegiatan yang akan dilakukan. "Secara terjadwal akan dilakukan pembenahan, mulai dari fasilitas hingga SDM-nya," ujarnya.
Ririn menjelaskan, pihaknya sudah menyelenggarakan paskibraka untuk pengibaran bendera merah putih di seluruh tempat wisata serta mengadakan pelatihan dan forum group discussion (FGD). "Semua melibatkan kepemudaan sekaligus diskusikan Ijen Geopark," ulasnya.
Pihaknya juga sudah memiliki rencana induk kepemudaan yang sudah terbentuk bersamaan dengan adanya naskah akademis tersebut, tepatnya pada 2020 kemarin. "Tahun ini kami memulai programnya, tahun depan secara masif kegiatan dilaksanakan," katanya.
Lebih lanjut, pemuda yang secara pemikiran dirasa lebih segar dan kolektif diharapkan mampu mempermudah apa saja yang telah dicanangkan pemerintah. "Dari sini kita harapkan tahun 2030 mendatang Bondowoso sudah bisa masuk menjadi kategori kabupaten layak pemuda,” harapnya.
Untuk arah SDM pemuda, sesuai dengan yang tercantum dalam naskah akademis juga merupakan prioritas yang sedang dijalankan secara berkelanjutan. "Kami lakukan pembinaan sekaligus memfasilitasi pelatihan hingga keluar kota," tuturnya.
Kemudian, Disparpora juga memfasilitasi segala aktivitas produktif yang dilakukan oleh pemuda baik secara kelompok maupun individu. Termasuk membentuk Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) yang secara legalitas sudah dibukukan oleh Provinsi Jawa Timur.
“Nantinya para wirausahawan muda Jatim akan tersinergikan. Yang berbentuk produk bahkan dipasarkan hingga luar negeri," tuturnya.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri