Setelah mendapatkan informasi itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso melalui Kasi Sejarah dan Purbakala Hery Kusdarijanto turun langsung melakukan pemeriksaan, Rabu (15/9).
Diceritakan, pihaknya memang sudah lama penasaran dengan catatan Belanda Verbeek itu. Oleh sebab itu, para juru pelihara (jupel) yang tersebar di berbagai daerah ikut mencari tahu keberadaan benda-benda yang dimaksud dalam catatan tersebut. Baru kemarin (14/9) pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, lalu melakukan kunjungan.
"Ketika kami cari info, jupel menginfokan pada komunitasnya. Komunitas ada yang tahu dan menginfokan. Kami cek, ternyata banyak tumpukan batu bata di sana," jelasnya. Selain tumpukan batu bata, terdapat pula empat buah umpak yang disakralkan masyarakat sekitar. Walaupun, menurutnya, masyarakat tidak terlalu mengetahui apa sebenarnya benda itu.
Setelah melakukan pemantauan langsung, pihaknya menduga adanya kesamaan dengan catatan Belanda Verbeek tahun 1923. "Di sana dulu ada lapak arca dan candi berangka tahun 1386 Caka. Sekarang tinggal serakan struktur batu batanya," imbuhnya.
Menurutnya, berdasarkan catatan itu, dulu ditemukan 3 buah lingga besar berhias dan angka tahun 1386 Caka. Beserta bola batu yang dibawa ke rumah Residen Bondowoso beberapa waktu terdahulu.
Atas laporan dari masyarakat tersebut, kini pihaknya sedang memverifikasi dan mencatat temuan-temuan berdasarkan hasil penelusuran bersama timnya. Setelah itu, pihaknya juga akan membandingkan dengan temuan-temuan lain. "Ada konteksnya atau tidak. Serta dilihat dari segi sejarahnya, karena temuan tersebut masih diduga," jelasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri