Rencananya, pihak UMKM Bondowoso akan mencari lokasi untuk menggelar lapak mereka dengan memanfaatkan beberapa lahan yang dimiliki PT KAI. "Kami sebagai perantara saja antara UMKM dengan pihak BUMN," ujarnya.
Dijelaskan, untuk rencana awal sebatas permohonan fasilitas di sekitar lokasi Museum Kereta Api Bondowoso. Sebab, lokasi tersebut dinilainya cukup strategis untuk ditempati. "Untuk awal, kami tinjau sekitar lokasi museum, karena di sana paling strategis," terangnya.
Sementara itu, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, pihaknya selalu terbuka terhadap segala bentuk kerja sama dan pemanfaatan ruang kosong yang tak terpakai dalam operasional perkeretaapian. "Kebetulan Pemkab Bondowoso ada rencana itu untuk area komersial bagi pelaku UMKM," tuturnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.
Pihaknya akan mengakomodasi UMKM dan membangun lokasi wisata kuliner di ruang miliknya. Terlebih, di sekitar stasiun kota yang saat ini sudah menjadi Museum Kereta Api. "Kami sangat mendukung, terlebih di museum. Harapannya, makin meningkatkan wisata edukasi ini," sambungnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mempersilakan pemanfaatan ruang-ruang lain yang ada di wilayah Bondowoso jika ada yang bersedia. "Entah untuk dibuat kafe atau tempat perekonomian yang lain," pungkas Rizal.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri