alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Museum Cagar Budaya Minim Pengunjung, Mayoritas untuk Penelitian

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.IDSitus cagar budaya BPCB saat ini masih minim pengunjung. Djoko Suhardjito menyebut, intensitas pengunjung di situs cagar budaya BPCB relatif stagnan. Tidak menurun maupun ada peningkatan. “Bukan penurunan, tapi cenderung stagnan. Dari dulu jumlahnya juga sedikit,” ungkapnya.

Walaupun jumlah koleksinya terus meningkat, namun hal ini tidak berpengaruh pada penambahan kunjungan. Dia berkata, dari dulu hingga sekarang pengunjung yang datang ke situs adalah pelajar dan mahasiswa. “Pelajar biasanya kalau ada penugasan. Sedangkan mahasiswa biasanya anak-anak sejarah, yang mata kuliah sejarah,” tuturnya.

Selain itu, ia menjelaskan, saat ini makin banyak mahasiswa yang magang di beberapa situs budaya BPCB lantaran terikat dengan program Merdeka Belajar. Selain itu, juga untuk melakukan riset yang ditugaskan oleh kampus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Djoko menerangkan, banyak mahasiswa dan pelajar yang melakukan riset atau kajian pada beberapa peninggalan jenis batu. Mulai dari riwayat zamannya, lalu menarasikannya. Dia menilai, hal ini cukup bagus untuk membantu publikasi dari peninggalan artefak. Sehingga, narasi sejarah atas peninggalan-peninggalan artefak tetap terus terjaga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.IDSitus cagar budaya BPCB saat ini masih minim pengunjung. Djoko Suhardjito menyebut, intensitas pengunjung di situs cagar budaya BPCB relatif stagnan. Tidak menurun maupun ada peningkatan. “Bukan penurunan, tapi cenderung stagnan. Dari dulu jumlahnya juga sedikit,” ungkapnya.

Walaupun jumlah koleksinya terus meningkat, namun hal ini tidak berpengaruh pada penambahan kunjungan. Dia berkata, dari dulu hingga sekarang pengunjung yang datang ke situs adalah pelajar dan mahasiswa. “Pelajar biasanya kalau ada penugasan. Sedangkan mahasiswa biasanya anak-anak sejarah, yang mata kuliah sejarah,” tuturnya.

Selain itu, ia menjelaskan, saat ini makin banyak mahasiswa yang magang di beberapa situs budaya BPCB lantaran terikat dengan program Merdeka Belajar. Selain itu, juga untuk melakukan riset yang ditugaskan oleh kampus.

Djoko menerangkan, banyak mahasiswa dan pelajar yang melakukan riset atau kajian pada beberapa peninggalan jenis batu. Mulai dari riwayat zamannya, lalu menarasikannya. Dia menilai, hal ini cukup bagus untuk membantu publikasi dari peninggalan artefak. Sehingga, narasi sejarah atas peninggalan-peninggalan artefak tetap terus terjaga.

JEMBER, RADARJEMBER.IDSitus cagar budaya BPCB saat ini masih minim pengunjung. Djoko Suhardjito menyebut, intensitas pengunjung di situs cagar budaya BPCB relatif stagnan. Tidak menurun maupun ada peningkatan. “Bukan penurunan, tapi cenderung stagnan. Dari dulu jumlahnya juga sedikit,” ungkapnya.

Walaupun jumlah koleksinya terus meningkat, namun hal ini tidak berpengaruh pada penambahan kunjungan. Dia berkata, dari dulu hingga sekarang pengunjung yang datang ke situs adalah pelajar dan mahasiswa. “Pelajar biasanya kalau ada penugasan. Sedangkan mahasiswa biasanya anak-anak sejarah, yang mata kuliah sejarah,” tuturnya.

Selain itu, ia menjelaskan, saat ini makin banyak mahasiswa yang magang di beberapa situs budaya BPCB lantaran terikat dengan program Merdeka Belajar. Selain itu, juga untuk melakukan riset yang ditugaskan oleh kampus.

Djoko menerangkan, banyak mahasiswa dan pelajar yang melakukan riset atau kajian pada beberapa peninggalan jenis batu. Mulai dari riwayat zamannya, lalu menarasikannya. Dia menilai, hal ini cukup bagus untuk membantu publikasi dari peninggalan artefak. Sehingga, narasi sejarah atas peninggalan-peninggalan artefak tetap terus terjaga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/