Kepala Satpol PP Bondowoso Slamet Yantoko menerangkan, ada beberapa catatan penting yang perlu diketahui untuk meraih penghargaan WTN yang menjadi indikator dalam perbaikan tata kelola transportasi publik. "Di kawasan tertib lalu lintas atau area-area yang berhubungan dengan lalu lintas disiapkan oleh teman-teman perhubungan," paparnya.
Dijelaskan, WTN bertujuan untuk menciptakan kawasan tertib lalu lintas menjadi kawasan yang sangat minim terjadi pelanggaran. Sehingga para pengguna jalan dapat melaksanakan aktivitasnya dengan nyaman. "Ini nanti kami menunggu dari Dinas Perhubungan. Karena kan ada forum lalu lintas. Nanti akan ditentukan mana yang masuk dalam kawasan tertib lalu lintas. Kemudian, indikatornya apa, itu nanti ada di perhubungan," lanjutnya.
Mengenai keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan WTN, Slamet menjelaskan, ketika program tersebut direalisasikan, maka pemerintah akan memberikan solusi agar tidak menimbulkan masalah. "Ini nanti menjadi ranahnya teman-teman. Kami bersama Diskoperindag dan Dinas Perhubungan akan membuat keputusan bersama mereka mau ke mana. Jadi, itu menjadi perhatian," bebernya.
Menurutnya, untuk menyukseskan program tersebut, ketiga OPD akan saling bersinergi. "Kami harus tahu indikator sebenarnya apa. Mana yang tusinya (tugas dan fungsi) satpol atau Diskoperindag. Ini saling support, bukan semata tugasnya Dinas Perhubungan," urainya.
Slamet membocorkan, salah satu kawasan yang akan dijadikan objek WTN yakni di Jalan Ahmad Yani. Karena itu, ia berharap mulai saat ini pedagang buah bermobil tidak lagi berjualan di tempat tersebut. “Karena Ahmad Yani ini pasti salah satu titik yang menjadi kawasan tertib lalu lintas. Sudah (sosialisasinya, Red) kami sampaikan," pungkasnya.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri