Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat, Kapolres AKBP Herman Priyanto, Dandim 0822 Bondowoso Letnan Kolonel Kav Widi Widayat, dan jajaran pejabat lainnya melihat langsung beberapa fasilitas yang ada di gedung yang kini bernama UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (PTO PKT) ini. Gedung ini akan dijadikan rumah sakit rujukan Covid-19 bagi para pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri. Para pasien yang nantinya dirujuk di UPTD PTO adalah pasien bergejala ringan ataupun pasien tanpa gejala, namun dinyatakan positif.
Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di UPTD PTO total sebanyak 30 tempat tidur. Dengan 27 tenaga kesehatan (nakes) dan sejumlah dokter yang siaga. Namun, UPTD ini tak dilengkapi dengan instalasi gawat darurat (IGD). “Para pasien yang dirujuk ke UPTD ini adalah pasien yang gejala ringan dan tanpa gejala. Pasien yang berasal dari isoman tingkat desa atau kecamatan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron.
Dirinya menambahkan bahwa nantinya jika gedung UPTD sudah difungsikan sebagai isoter, maka lima puskesmas yang sebelumnya menjadi faskes rujukan Covid-19 akan kembali melayani pasien normal. “Artinya, lima puskesmas itu tidak lagi jadi puskesmas khusus Covid-19. Tapi, sudah kembali menjadi puskesmas dengan pelayanan normal. Rencananya per tanggal 1 September lima puskesmas itu kembali normal,” beber pria asal Gresik ini.
Kelima puskesmas yang saat ini menjadi puskesmas rujukan Covid-19 yakni Puskesmas Pujer, Puskesmas Prajekan, Puskesmas Grujugan, Puskesmas Tamanan, dan Puskesmas Wringin. “Kami sudah menyiapkan isoter ini sesuai dengan perintah dan arahan dari pemerintah pusat. Kami melengkapi beberapa yang menjadi kekurangan. Kalau dari sisi kelayakan, sudah cukup layak. Tinggal nanti tetap akan kami benahi kembali agar lebih baik,” pungkas Imron.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri