Meski demikian, tidak semua masyarakat merasa takut. Seperti sejumlah orang di Gang Maghfur Kampung Haji, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. Mereka justru bergotong royong untuk melakukan vaksinasi kepada warga secara mandiri, Kamis (19/8) siang lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, vaksinasi tersebut diinisiasi oleh Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan warga Kampung Haji, Desa Bataan. Uniknya, mereka juga melakukan urunan dana untuk menyiapkan lokasi vaksinasi tersebut. Untuk memudahkan calon penerima vaksin, kegiatan dilaksanakan di halaman rumah salah seorang warga di RT 01 RW 01.
Sebelum dilaksanakan vaksinasi, panitia menggandeng tokoh agama, satgas Covid-19, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait vaksin. Tokoh agama memberikan penjelasan dan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin dijamin halal. Sementara itu, tenaga kesehatan menjelaskan tentang keamanan, manfaat, dan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) dari vaksin Covid-19.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Pengurus Anak Ranting NU Kampung Haji Fitri Nur Hidayat mengatakan, kegiatan vaksinasi ini bekerja sama dengan Satgas Covid-19, Puskesmas Tenggarang, TNI, Polri, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. "Kami melaksanakan ini karena sebenarnya banyak masyarakat yang mau divaksin, cuma jauh. Kalau di dekat rumah kan enak. Warga yang sepuh bisa ikutan vaksin," paparnya.
Menurutnya, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi yang melibatkan polres dan Dinkes. Hal itu karena masih banyak warga yang termakan isu hoax. "Makanya warga antusias dan tak lagi takut divaksin," imbuhnya.
Warga yang ingin divaksin bisa langsung mendaftar di lokasi. Mereka cukup membawa KK dan KTP. Total ada 206 orang yang menerima vaksin. Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya warga yang datang lebih dari 206 orang. Tetapi, karena dosis habis alias tak kebagian vaksin, petugas terpaksa menghentikan vaksinasi. "Peserta juga ada yang dari luar Kampung Haji. Selain lansia, juga ada pelajar yang ikut. Untuk warga Kampung Haji sudah daftar dulu sebelum hari-H," paparnya.
Disampaikan, vaksin yang disuntikkan disuplai oleh Puskesmas Tenggarang. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac. "Selain dosis satu, ada juga yang dosis kedua," ungkapnya.
Vaksinasi ini, lanjut dia, merupakan upaya warga NU untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19. Sehingga target herd immunity segera tercapai. "NU siap bersama pemerintah memutus penyebaran Covid-19," jelasnya.
Sementara itu, Camat Tenggarang Rifky Hariady mengapresiasi inisiasi masyarakat dalam menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 secara mandiri. Hal ini bisa dicontoh oleh desa yang lain. "Pendekatan seperti ini sangat efektif untuk melawan ketidakpercayaan warga terhadap vaksinasi. Terima kasih kepada warga," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat justru banyak yang tidak hadir ketika vaksinasi digelar oleh pemerintah. "Ketika kegiatan didekatkan dengan warga, ternyata warga antusias," imbuhnya.
Sementara, berdasarkan data perkembangan Covid-19 Kabupaten Bondowoso, per 18 Agustus total ada 613.660 sasaran penerima vaksin. Namun, baru 14,60 persen atau 89.576 yang disuntik dosis pertama. Sementara, capaian dosis kedua baru 7,74 persen atau 47.483 orang. Dari capaian itu, vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum dosis pertama baru berada di angka 8,14 persen atau 33.093 orang dan dosis kedua baru 11.657 orang atau 2,87 persen.
Pantauan di lokasi, tampak warga sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan warga Kampung Haji, Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri