Berdasarkan Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, bendera sepanjang 76 meter itu sengaja dipasang sesuai dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ke-76. Bendera merah putih ini membentang di gedung madrasah yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto, Kademangan. Selain membentangkan bendera merah putih sepanjang 76 meter di gedung MI At-Taqwa Bondowoso, guru juga memasang umbul-umbul dan pernak pernik untuk menyambut HUT ke-76 RI.
Kepala MI At Taqwa Bondowoso Muhammad Zakariya mengatakan, bendera dipasang oleh para guru yang tengah piket di sekolah. "Pemasangannya dua hari kemarin (3-4/8), waktu pulang sekolah. Kan semua guru masuk. Hanya gurunya yang masuk," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/7) siang kemarin.
Menurutnya, selain dalam rangka memeriahkan HUT ke-76, pemasangan bendera merah putih juga menjadi simbol cinta tanah air dan penghargaan kepada para pahlawan. "Usia 76 sebenarnya bukan waktu yang singkat. Di usianya ini banyak capaian-capaian yang diperoleh bangsa Indonesia," katanya.
Salah satunya, kata dia, yakni Indonesia selalu hadir dalam rangka memajukan pendidikan. Termasuk pendidikan madrasah. "Kita telah banyak mendapatkan kemudahan dari pemerintah dalam menjalankan pendidikan keagamaan," ujarnya.
Sebagai balasan atas kemerdekaan RI yang diperjuangkan pahlawan, lanjut dia, meski di tengah pandemi Covid-19 pihaknya tetap memaksimalkan pembelajaran kepada siswa secara daring. "Untuk era pandemi Covid-19 ini, kami tekankan pada ibadahnya anak-anak. Baca Alquran dan salatnya kami pantau terus setiap pagi," paparnya.
Menurutnya, setiap guru memonitor melalui video call dan Zoom Meeting. Selain itu, ada buku penghubung yang wajib diisi oleh orang tua. Disebutkan, total ada 1.700 siswa di MI At Taqwa Bondowoso. Pihaknya memastikan kegiatan siswa terpantau satu per satu. "Meskipun masing-masing cuma lima menit. Satu ayat saja bisa menilai bacaan tajwidnya," imbuhnya.
Soal nasionalisme, pihaknya menjelaskan bahwa siswa siswi MI At Taqwa Bondowoso tak pernah absen dalam event hingga tingkat nasional. "Seperti sains madrasah, yang memadukan sains dengan agama," jelasnya.
Menurutnya, khittah MI At Taqwa Bondowoso adalah ahlus sunnah wal jamaah an nahdliyah, yang tidak hanya berpegang teguh pada akidah, tapi juga NKRI. "Semua guru diwajibkan ikut PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, Red). Kami juga mendoakan murid agar taat beragama dan tidak menyimpang dari aturan pemerintah serta cinta tanah air," terangnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri