RADAR JEMBER - Ismail Elfath, wasit asal Amerika Serikat yang sempat terlibat dalam partai final Piala Dunia 2022, kini resmi ditugaskan oleh FIFA untuk memimpin pertandingan semifinal membara antara Argentina dan Inggris.
Bentrok klasik antara Argentina melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 ini akan digelar di Stadion Mercedes-Benz (Atlanta) pada pukul 02.00 pagi tanggal 16 Juli.
Guna mengawal jalannya pertandingan yang sangat dinantikan oleh publik sepak bola sejagat raya ini, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) telah menjatuhkan pilihan kepada wasit Ismail Elfath.
Sang pengadil lapangan yang kini berusia 44 tahun tersebut sebenarnya bukanlah sosok yang asing bagi para penggemar Argentina.
Pada gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar silam, ia tercatat memimpin tiga pertandingan penting dan bahkan ditugaskan sebagai wasit keempat dalam laga final dramatis antara Argentina dan Prancis.
Ajang tahun ini pun menjadi penampilan kedua bagi Elfath di panggung Piala Dunia.
Catatan Disiplin dan Sisi Kontroversi yang Menjadi Sorotan
Dalam turnamen tahun ini, wasit asal Amerika Serikat tersebut telah memimpin tiga pertandingan, yaitu hasil imbang 2-2 antara Belanda melawan Jepang, kemenangan tipis 1-0 Spanyol atas Uruguay di babak penyisihan grup, serta kemenangan mengejutkan 2-1 Norwegia atas Brasil di babak 16 besar.
Baca Juga: Baru Cetak 1 Gol Tapi Bikin Ngeri, Terungkap Ambisi Gila Lamine Yamal Hancurkan Prancis di Dallas!
Dari ketiga laga tersebut, ia total telah mengeluarkan delapan kartu kuning dan satu kartu merah langsung yang dihadiahkan kepada pemain Uruguay, Agustín Canobbio.
Kendati memiliki jam terbang tinggi, kepemimpinan Elfath di atas lapangan juga tidak luput dari kontroversi yang cukup besar.
Media Spanyol sempat melayangkan kritik tajam dan berpendapat bahwa Elfath terlalu lunak dalam pertandingan melawan Uruguay.
Ia dinilai melakukan kesalahan karena hanya memberikan kartu kuning untuk tekel keras Nicolás de la Cruz yang melukai Nico Williams, hingga menyebabkan sang pemain harus absen dalam beberapa pertandingan.
Bukan hanya itu, dalam laga panas antara Brasil dan Norwegia, Elfath juga sempat memicu perdebatan.
Awalnya, ia tidak memberikan hadiah penalti setelah terjadinya pelanggaran keras Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha. Beruntung, VAR langsung turun tangan dan meminta peninjauan kembali atas insiden tersebut sebelum keputusan akhirnya diubah.
Profil Singkat Ismail Elfath: Dari Mekanik hingga Laga Messi
Lahir di Casablanca, Maroko, Elfath memilih pindah ke Amerika Serikat pada usia 18 tahun untuk menempuh studi di bidang teknik mesin sebelum akhirnya memutuskan beralih haluan ke dunia perwasitan.
Ia resmi menyandang status sebagai wasit FIFA pada tahun 2016 dan sebagian besar menghabiskan kariernya untuk memimpin pertandingan di Major League Soccer (MLS).
Menariknya, Elfath juga merupakan sosok yang memimpin laga final Piala Liga 2023.
Dalam pertandingan bersejarah tersebut, Lionel Messi dan Inter Miami sukses mengalahkan Nashville melalui drama adu penalti yang menegangkan. Kini, ketegasan Elfath akan kembali diuji dalam duel sarat gengsi memperebutkan tiket final Piala Dunia 2026.
Editor : M. Ainul Budi