RADAR JEMBER - Kartu merah yang diterima Pierre Kalulu di menit 42 dalam laga Inter Milan vs Juventus memang sangat kontroversial dan langsung memicu perdebatan besar di media Italia, analis wasit, serta komunitas fans kedua tim.
Kronologi Insiden :
Kalulu sudah mendapat kartu kuning pertama di menit 32 (foul lain).
Di menit 42, terjadi kontak ringan dengan Bastoni – tayangan ulang menunjukkan hanya sedikit tarikan baju atau sentuhan bahu minimal dari Kalulu.
Bastoni jatuh secara berlebihan seolah-olah Kalulu menghantamnya. (banyak yang menyebut simulation/dive atau pura-pura jatuh berlebihan).
Wasit Federico La Penna langsung beri kartu kuning kedua → red card untuk Kalulu.
Juventus main 10 orang sepanjang babak kedua, meski sempat comeback samakan skor 2-2 sebelum kalah 3-2 lewat gol Zielinski.
Mengapa Kontroversial?
Para ahli wasit Italia seperti Luca Marelli dan Graziano Cesari menyebut ini "kesalahan serius" (very serious error).
Mereka bilang seharusnya tidak ada kuning kedua untuk Kalulu, malah Bastoni yang bisa dihukum kuning karena simulasi.
VAR tidak bisa intervensi karena aturan Serie A saat itu melarang VAR campur tangan di kasus kartu kuning (hanya untuk red card langsung atau gol/penalti kontroversial).
Juventus marah besar: Chiellini sebut "unacceptable" dan "embarrassing", bahkan bilang ini merusak pertandingan besar.
Ada protes keras dari bench Juve, termasuk Spalletti yang terlihat marah di tunnel.
Baca Juga: Mantan Bek AS Roma Ini Yakin Persib Punya Peluang, Barba: Kami Optimis Bisa Come Back di Leg ke-2
Fans Juve di media sosial dan forum ramai bilang ini "dive" Bastoni yang mempengaruhi, sementara fans Inter bilang kontak ada meski ringan, tapi banyak yang setuju keputusan wasit terlalu keras.
Media seperti Football Italia, Yahoo Sports, Tribuna, Il Messaggero, dan outlet Italia lain headline-nya pakai kata "controversy", "scandal", atau "debatable red card".
Intinya, hampir semua sumber sepakat ini bukan keputusan yang jelas, malah banyak yang anggap kesalahan wasit yang berdampak besar karena Juve main kurang satu pemain dan akhirnya kalah .
Editor : M. Ainul Budi